Diundang Jokowi ke Istana Bogor, Ini yang Laporkan Walikota Makassar

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Walikota Makassar Moh Ramdhan “Danny” Pomanto hadir memenuhi undangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (23/7). Dalam kesempatan itu, Danny menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi Pemkot Makassar.

Duduk tepat di sebelah kanan Jokowi, Danny menjelaskan berbagai permasalahan tentang perkotaan di hadapan wali kota seluruh Indonesia. Menurut dia, dalam kesempatan itu Jokowi ingin mengetahui seperti apa masalah-masalah yang dihadapi Pemerintah Daerah.

“Termasuk geliat ekonomi di tempat masing-masing,” kata Danny dalam keterangan tertulis, Jumat (27/7).

Dalam pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk saling share pengalaman antara kepala daerah. Dia menjelaskan, untuk pertembuhan ekonomi Kota Makassar sudah mendapat pengakuan.

“Kota Makassar sendiri diakui Jokowi sanggup mencapai pertumbuhan ekonomi 7,9 persen di tengah tekanan kondisi perekonomian global saat ini,” ujar Danny.

Dalam kesempatan itu, Presiden Joko Widodo memang mengundang walikota se-Indonesia ke Istana Kepresidenan Bogor. Pertemuan dibagi dalam tiga sesi. Sesi pertama diikuti 32 wali kota, sesi kedua 31 wali kota, dan terakhir 13 wali kota.

Jokowi juga didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Airin Rachmi Diani.

Jokowi mengumpulkan walikota untuk mendengarkan langsung permasalahan-permasalahan yang ada di tingkat kota sehingga dapat dicarikan solusi secara bersama-sama. Salah satunya Jokowi ingin mendengar soal geliat perekonomian di masing-masing kota beserta kendala yang dihadapi.

Sebab, Jokowi mengatakan, saat ini hampir di semua negara mengalami hal yang sama, yakni tekanan ekonomi global akibat perang dagang Amerika-Tiongkok juga kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat.

“Saya kira kita tidak perlu terlalu khawatir, tetapi yang paling penting menurut saya kita tahu apa yang sedang terjadi,” kata Jokowi.

Selain itu, dalam kesempatan ini, Presiden Joko Widodo sekaligus mengingatkan para wali kota untuk bersiap menghadapi sebuah perubahan cepat yang datang melalui revolusi industri keempat. Salah satu upaya untuk mengantisipasi hal tersebut adalah mempersiapkan sejak dini sumber daya manusia.

“Kita harus sadar betul bahwa akan terjadi perubahan besar yang sangat cepat sehingga kota-kota juga harus menyiapkan diri, mengantisipasi, dan menyiapkan SDM dalam rangka menghadapi perubahan yang sangat cepat,” kata Presiden.

Ia menegaskan, program kerja pemerintahan Joko Widodo selanjutnya akan lebih terfokus pada sumber daya manusia. Sebab, agar dapat bersaing dengan negara-negara lain di era perubahan global ini, Indonesia memerlukan banyak sumber daya manusia yang unggul di bidangnya masing-masing.

“Kalau dalam 4 tahun ini kita konsentrasi pada infrastruktur, berikutnya pada tahapan besar yang kedua adalah persiapan SDM,” ucapnya. (yuz/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...