Era Jokowi Pertahanan RI Semakin Diperkuat

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sebagai negara maritim Indonesia merupakan negara yang sangat penting bagi negara-negara industri maju. Karena itu, keamanan maritim Indonesia sesungguhnya tidak dapat dilepaskan dari kondisi perubahan lingkungan strategis karena akan timbul berbagai permasalahan.

“Untuk itu Indonesia perlu terus memperkuat pertahanan dan keamanannya di wilayah kelautan serta perbatasan,” ujar Guru Besar Ilmu Pertahanan Universitas Pertahanan Laksamana TNI (Purn) Prof Dr Marsetio di Jakarta, Sabtu (28/7).

Menurutnya, Keamanan Maritim Indonesia sesungguhnya tidak dapat dilepaskan dari kondisi perubahan lingkungan strategis karena akan timbul berbagai permasalahan. “Untuk itu Indonesia perlu terus memperkuat pertahanan dan keamanannya di wilayah kelautan serta perbatasan,” katanya.

Secara terpisah, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan komitmen dan pencapaian-pencapaian pemerintahan Jokowi di bidang pertahanan. Beberapa di antaranya adalah peningkatan anggaran untuk melengkapi Alutsista sehingga Kekuatan Pokok Minimum dapat tercapai, membangun kesejahteraan dan profesional prajurit TNI, perkuatan pos perbatasan di Kalimantan, Papua, dan Nusa Tenggara Timur. Bahkan untuk perbatasan Kalimantan sudah dilengkapi dengan chips agar dapat dipantau bila ada pergeseran.

Beberapa Alutsista TNI yang terbaru adalah Tank Leopard, Rudal Arhanud, Pesawat F-16, Pesawat CN 235 MPA, Kapal Fregat RI RE Martadinata serta Kapal latih KRI Bima Suci.

Pencapaian ini tidak lepas dari komitmen Jokowi yang kuat terhadap pertahanan dan keamanan. Komitmen ini dapat terlihat pula dari bagaimana Jokowi memilih orang-orang tangguh dan visioner dari pensiunan TNI seperti Moeldoko yang dipilih menjadi Kepala Staf Kepresidenan. Beliau memiliki visi yang sama dengan Presiden untuk memperkuat pertahanan dan keamanan negara baik dari luar maupun dalam.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Emrus Corner Emrus Sihombing mengatakan sosok Moeldoko sangat tepat ditunjuk untuk menjadi calon wakil presiden Jokowi dalam pilpres 2019 mendatang. Selain paham soal pertahanan dan keamanan, Moeldoko juga sangat kuat dari sisi politik dan ekonomi.

“Moeldoko sangat cocok sebagai salah satu pilihan cawapres Jokowi di 2019,” ujar Emrus.

Dosen Universitas Pelita Harapan ini mengakui Jenderal (Purn) Moeldoko sangat berjiwa nasionalis. Hal ini terlihat saat menjadi dan setelah pensiun sebagai perwira TNI. Menurut Emrus, tak ada yang meragukan sisi nasionalisme mantan Panglima TNI ini.

“Namun, untuk jadi cawapres Jokowi, Moeldoko tidak bisa leluasa. Sebab, dia (Moeldoko) harus bisa komunikasi intens dengan partai pendukung Jokowi di 2019. Itu tantangannya,” pungkasnya. (srs/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...