Gara-gara Nyanyian Bandar, Dua Polisi Ketahuan Terlibat Peredaran Narkoba

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, BULUKUMBA — Guna memastikan keterlibatan dua oknum polisi dalam penyalahgunaan narkotika, penyidik Satuan Reserse Narkoba Polres Bulukumba melakukan pemeriksaan urine. Hasilnya,IK dan AS yang berpangkat brigadir polisi (brigpol) positif mengonsumsi sabu.

Kapolres Bulukumba AKBP Anggi Naulifar Siregar menyampaikan hal itu, Jumat (27/7). Dikatakan, pemeriksaan urine IK dan AS dilakukan berdasarkan pengakuan seorang bandar narkoba bernama Abdul Majid alias Etta (42).

Pria yang digelari Pak Bos itu menyebutkan, Brigpol IK dan AS sudah tiga kali mengambil narkoba jenis sabu darinya. ”Kita sudah lakukan tes urine terhadap kedua oknum anggota itu. Hasilnya positif. Keduanya masih diperiksa untuk tindak lanjut penyidikan,” jelas AKBP Anggi.

Dalam kesempatan itu, Kapolers menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh masyarakat Bulukumba. Menurutnya, apa yang dilakukan kedua oknum tersebut merupakan pukulan telak bagi intitusi kepolisian. Karenanya, Anggi berjanji ke depannya akan melakukan bersih-bersih.

”Saya mohon maaf kepada masyarakat seluruhnya. Karena dua anggota saya melanggar atas penggunaan narkoba. Akan saya perbaiki kesatuan saya,” ujar Anggi.

Sementara itu, menurut pengakuan tersangka Abdul Majid, selain sabu, IK dan AS juga mengambil uang tunai senilai Rp200 ribu dari dirinya.”Tiga kali mereka ambil di saya. Juga mengambil uang tunai Rp200 ribu. Waktu itu dia (Brigpol IK) datang ke rumah,” ungkap Abdul Majid yang didampingi Kasi Propam Polres Bulukumba Ipda Syamsul Bahri, kemarin.

Berdasarkan pengakuan itulah, tim Satresnarkoba Polres Bulukumba yang dipimpin Kasi Propam Ipda Syamsul Bahri langsung bergerak melakukan pengejaran terhadap Brigpol IK dan Brigpol AS. Rumah IK di BTN Cabalu, Desa Paenre Lompoe, Kecamatan Gantareng, Kabupaten Bulukumba didatangi. Di sini petugas melakukan penggeledahan, namun tak berhasil menemukan barang bukti.

Ada sebuah mobil yang diduga milik seorang perwira polisi berada di lokasi tersebut. Petugas lalu menggeledahnya. Ditemukanlah satu saset sabu yang disembunyikan pada lantai mobil.

Diri sini petugas kemudian melakukan pengembangan. Apalagi, dari pengakuan Abdul Madjid, ada pula barang haram yang ia peroleh dari rekannya yang beralamat di Sinjai. Sabu seberat 2 gram dibelinya dengan harga Rp2,4 juta.

Serbuk putih itu kemudian dibagi menjadi lima paket dalam kemasan saset. Semuanya telah habis terjual.Selanjutnya, Abdul Majid digiring untuk pengembangan di rumahnya. Petugas kepolisian menggeledah rumah Pak Bos. Di sinilah oknum AS tepergok. Kemudian dilakukan penggeledahan badan. Hasilnya ditemukan pireks. Diduga kuat AS telah mengonsumsi sabu.

Kasus ini masih dalam pengembangan penyelidikan oleh tim Propam untuk mengendus keterlibatan pihak lainnya. Apalagi Pak Bos telah menyebutkan jaringannya. Polisi juga sudah mengantongi identitasnya.

“Kami masih melakukan penyelidikan dan pengembangan untuk mengungkap keterlibatan pelaku lainnya. Sudah ada identitas yang kami kantongi. Dua oknum anggota yang terlibat sementara dalam pemeriksaan. Kalau terbukti tentu ada sanksi tegas. Statusnya masih kami dalami,” kata Kasi Propam Ipda Syamsul Bahri. (ish-min/rus)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...