Hadiri IKA Pertanian Unhas, Mentan: Apapun Kondisi Pertanian Kami Tetap Dibully

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Menteri Pertanian Amran Sulaiman hadir dalam Silaturahmi Keluarga Besar Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, yang berlangsung di Pantai Akkarena Makassar, Jumat (27/7/18).

Ketua Dewan Pembina Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Unhas ini mengungkapkan suka-duka selama dirinya menjabat sebagai menteri pertanian. Menurutnya, menjadi menteri pertanian adalah suatu cobaan berat dalam hidupnya, karena hal tersebut akan berdampak pada seluruh Indonesia.

“Kami akan dihujat dunia kalau seluruh Indonesia kelaparan. Harga naik kami dibully, hargai turun kami dibuli, harga sederhana pedagang marah,”ujarnya.

Dihadapan para alumni Fakultas Pertanian Unhas, dirinya bersyukur bisa mewakili sekaligus menjadi alumni pertama dari Unhas yang menjadi menteri.

“Kami tidak pernah tahu bisa masuk menteri, jujur ini menjadi kebanggaan karena menjadi alumni pertama dari Unhas yang jadi menteri, tapi kalau gagal akan menjadi kegagalan berat buat alumni,”cetusnya.

Selama dirinya menjabat sebagai menteri pertanian, kata Amran, ujian terberat ketika badai elnino terbesar yang menyerang Indonesia di tahun 2015. Dengan anggaran pertanian sebesar 70 triliun itu, dirinya harus mengelolah ditengah badai kekeringan.

“Kami langsung perintahkan refokusing anggaran dan beli pompa puluhan ribu, bahkan terakhir kami gunakan pesawat Hercules  untuk menyiram tanaman,”kenang Amran.

Ia mengklaim bahwa selama badai elnino tersebut, pihaknya bisa mengatasi impor beras yang seharusnya 16 juta ton menjadi 1 juta ton. Dan setelah berakhirnya badai tersebut, Indonesia tidak impor beras lagi.

“Kita bisa bayangkan menteri baru, dari kampung tidak ada di google, Medan perang kami tidak tahu, dirjen sampai eselon kami tidak tahu hatinya, tapi intinya kami ingin pimpin barisan yang membuat Indonesia tidak impor beras di tahun 2016,”jelasnya.(sul)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...