Jokowi Dinilai Beri Kemudahan untuk TKA, Buruh Siap Long March Surabaya-Jakarta

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Daya beli kaum buruh terus mengalami penurunan. Hal ini diakibatkan karena adanta kenaikan harga sembako, listrik, dan Bahan Bakan Minyak (BBM). Sementara upah buruh tidak mengalami kenaikan.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, kondisi ini terus diperparah dengan kenaikan upah tahun 2018 lalu yang dibatasi dengan PP 78/2015. Jika tahun depan kenaikannya masih menggunakan PP 78/2015 tersebut, bisa dipastikan daya beli buruh akan semakin jatuh.

Klaim pemerintah yang mengatakan PP 78/2015 untuk menghindarkan buruh dari ancaman PHK juga tidak terbukti. Pertengahan tahun 2018 ini, bahkan mulai terjadi gelombang PHK jilid 4. Hal ini ditandai dengan PHK di beberapa perusahaan.

“Sekitar 2.000 buruh PT Dean Shoes di Karawang dipastikan bakal terkena pemutusan hubung kerja, selain itu 87 orang buruh PT Setia Usaha di KBN Cakung di PHK, PT P2 Cussons Indonesia di Tangerang melakukan PHK terhadap puluhan orang, dan masih banyak lagi,” ungkap Iqbal speerti dilansir Fajar Indonesia (FIN), Sabtu, (28/7).

Kata dia, tahun lalu, hampir 50 ribu buruh telah ter-PHK. Kasus PHK menimpa berbagai sektor mulai dari pertambangan dan keramik,‎ telekomunikasi, garmen, transportasi, industri ritel dan industri farmasi.

“Hal ini merupakan fakta, bahwa kebijakan ekonomi tidak bisa mengangkat daya beli, tetapi hanya membuka ruang kemudahan untuk berinvestasi,” ucap Said.

Penurunan daya beli ini disebut Said lantaran kebijakan pemerintah Jokowi yang dianggap lebih memihak investor atau pemodal. Ia menyayangkan, paket kebijakan tersebut, tidak diiringi dengan kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

“Maka yang terjadi adalah penurunan konsumsi di masyarakat. Itu menyebabkan terjadinya PHK besar-besaran,” tutur Said.

Said juga menyesalkan sikap Pemerintahan Jokowi yang membuka keran tenaga kerja asing masuk ke Indonesia. Di saat daya beli turun, gelombang PHK terjadi di mana-mana, tenaga kerja asing seperti diberi karpet merah untuk bekerja di negeri ini.

Pengurus pusat (Governing Body) ILO ini mencontohkan, TKA China kembali berdatangan ke Indonesia. Dia mencontohkan, hal ini terjadi di PT Master Steel di Pulogadung dan perusahaan galangan kapal milik China yang ada di Batam.

Terkait dengan hal tersebut, buruh akan melakukan long march jalan kaki 1000 km dari Surabaya ke Jakarta yang direncanakan akan dilakukan mulai tanggal 3 hingga 10 Agustus 2018. Dalam kegiatan ini, buruh akan menyuarakan isu turunkan harga sembako dan listrik.

“Tolak TKA China, tolak upah murah, lindungi driver dan penumpang ojek online, sehat adalah hak rakyat,” tukasnya. (Mad/FIN/Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...