Kuota Sudah Ditambah 20.389, Tabung Elpiji 3 Kg di Parepare Tetap Langkah, Ini Diduga Penyebabnya

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, PAREPARE — Kelangkaan tabung gas LPG 3 Kg bersubsidi yang dirasakan masyarakat di wilayah Kota Parepare, disikapi pihak kepolisian. Langkah yang dilakukan dengan mengawal penyaluran dari Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) PT Luwu Raya Petroleum ke agen hingga ke tiap pangkalan.
Kabag Ops Polres Parepare, Kompol Darwis membenarkan upaya pengawasan yang dilaksanakan pihak kepolisian. ” Iya, pengawalan itu sudah mulai dilakukan dengan menerjunkan anggota dari Satuan Intelkam Polres Parepare. Anggota kita ikutkan ditiap penyaluran, dengan menggunakan baju biasa,”jelasnya, disela pengawalan aksi unjuk rasa di SPPBE, Jumat 27 Juli, siang tadi.
Pengawalan pendistribusian tabung LPG 3 Kg, kata Kompol Darwis, akan dilakukan hingga kondisi kelangkaan tidak terjadi lagi. Terpisah, Area Manager Communication and Relations PT Pertamina MOR VII Sulawesi M Roby Hervindo mengakui, dari hasil pemeriksaan pihaknya ke lapangan sesuai laporan. Pertamina sudah menyalurkan kuota LPG 3kg di Parepare sebesar 866.880 tabung dari kuota yang ditetapkan Pemerintah sebesar 846.491 tabung atau bertambah 20.389 tabung.
Artinya penyaluran elpiji 3kg sudah melebihi kuota sebesar 2,4%. Kelebihan penyaluran dari kuota yg ditetapkan oleh pemerintah, tidak akan dibayarkan oleh pemerintah kepada Pertamina dan menjadi beban biaya Pertamina.
Harga HET di Pangkalan yaitu Rp 15.500 tabung. Rata-rata stok di pangkalan di Parepare adalah 21 tabung, dan tidak ditemukan kendala dalam penyaluran. “Kami imbau agar masyarakat membeli elpiji 3 kg di pangkalan resmi Pertamina, dgn harga sesuai HET dan stok yg tersedia. Kami tidak dapat menjamin harga maupun pasokan di tingkat pengecer, karena pengecer bukan distributor resmi elpiji 3 kg,”jelasnya, melalui WhatsApp pribadinya.
Lebih lanjut, kata M Roby, berdasarkan pengamatan pihaknya menemukan penggunaan LPG 3kg di Parepare yang tidak tepat sasaran yaitu untuk laundry, restoran dan juga kafe. Berdasarkan Permen ESDM, peruntukan LPG 3kg hanya untuk rumah tangga dengan penghasilan Rp 1.500.000 per bulan dan usaha mikro dengan penggunaannya terbatas pada bahan bakar memasak, bahan bakar penerangan dan bahan bakar motor nelayan.
“Kami mengimbau agar Pemda Parepare dapat mengawasi dan menertibkan penggunaan LPG 3kg di sektor usaha non mikro dan rumah tangga dengan penghasilan diatas Rp 1.500.000 per bulan. Penyalahgunaan yang tidak diawasi dan ditertibkan, mengakibatkan kerugian bagi masyarakat miskin yang haknya atas elpiji 3kg bersubsidi dirampas,”ungkapnya. (*)
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...