Tak Ingin Terlilit Utang, Gubernur Terpilih Lakukan Ini….

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR –– Gubernur terpilih Nurdin Abdullah (NA) melakukan pertemuan tertutup dengan Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono di Rumah Jabatan Gubernur, Jalan Sungai Tangka, Jumat (27/7).

Pertemuan tertutup itu berlangsung berlangsung sekitar sejam, membicarakan sejumlah persoalan krusial yang saat ini terjadi di Pemprov Sulsel. Pertemuan ini merupakan yang pertama dilakukan pasca NA ditetapkan sebagai Gubernur Sulsel periode 2018-2023 oleh KPU Sulsel.

Usai menggelar pertemuan tertutup itu, NA mengemukakan, ada beberapa poin penting yang dibicarakan dengan Pj Gubernur.Yang cukup penting terkait kondisi keuangan Pemprov Sulsel yang saat ini mengalami defisit.

Per akhir Juli ini, defisit APBD 2018 Pemprov Sulsel tercatat sekitar Rp183 miliar. Angka itu cukup besar. Jika dibiarkan alias tidak ditutupi, otomatis akan menjadi persoalan bagi pemerintahan yang baru.

“Makanya beliau (Soni) peras kepala, bagaimana mencoba menutupi defisit ini. Supaya pemerintahan yang baru tidak ada beban,” jelasnya.

Selain itu, NA menyoroti porsi anggaran untuk belanja pegawai yang dinilai terlalu besar. Dia berjanji akan mengkaji secara akademis persoalan ini agar tidak menjadi beban di era pemerintahannya mendatang.

“Kalau belanja pegawainya terlalu besar, akan jadi tanda tanya. Makanya ini nanti akan menjadi pekerjaan rumah bagi saya nanti, ” kata lelaki yang saat ini masih menjabat sebagai Bupati Bantaeng.

Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah terkait kelanjutan proyek-proyek strategis yang dibangun pada era kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang.“Soal kelanjutan proyek-proyek, saya banyak diskusi dengan Pak Soni, kita seperti apa. Makanya ada banyak opsi untuk melanjutkan karena ini kan asetDan ini uang negara. Uang rakyat yang harus segera dinikmati oleh masyarakat,” jelasnya.

Namun dia mengaku harus hati-hati sekarang. Dengan kondisi APBD yang ada sekarang, cukup berat juga untuk mengambil keputusan cepat, apakah bisa dilanjutkan atau tidak. Termasuk untuk proyek Stadion Barombong dan Centre Point of Indonesia (CoI).

“Tetap kita harus cari solusi untuk menyelesaikannya. Memang kita harus hati-hati karena ada APBD dan APBN yang masuk disitu dan sekarang sudah mulai dikomersilkan. Dan ini juga harus hati-hati kita. Makanya kita clearkan. Bukan untuk mencari kesalahan tapi kita meng-clearkan dulu, ” tegasnya.

Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel, Jufri Rahman mengatakan, sesuai arahan Penjabat Gubernur, Pemprov Sulsel akan fokus untuk menutup defisit yang saat ini mencapai Rp183 miliar lebih. Alasannya, kalau tidak diselesaikan, tentunya akan membebani pemerintahan terpilih. Meninggalkan utang.

Defisit akan ditutul dengan menyisir belanja tidak langsung setiap SKPD. Sisa tender dialihfungsikan untuk menutup defisit. Semua kegiatan kegiatan yang dianggap tidak bisa dilaksanakan sampai 2018, sebaiknya dihentikan dan dialihkan untuk menutup defisit.

Dia mencontohkan, ada kegiatan pembuatan jalan lingkar di Sidrap. Itu kalau ditender sekarang, kalaupun ditender tidak akan selesai sampai akhir Desember, karena itu lebih baik jangan ditender. Lebih baik anggarannya dialihkan untuk menutup defisit.

“Kalau mau membuat pemerintahan berlanjut dengan soft, tidak boleh diberikan beban kepada gubernur baru yang terpilih,” pungkasnya.(rhm)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...