Buruh Indonesia Deklarasi Dukung Cak Imin Cawapres

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Dukungan kepada Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menjadi Calon Wakil Presiden (Cawapres) terus berdatangan. Sebelumnya, para kiyai dan santri mendeklarasikan dukungan, kini ratusan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (K-Sarbumusi) dan Gabungan Aliansi Rakyat Daerah Untuk Buruh Migran Indonesia (Garda BMI) mendeklarasikan dukungan kepadanya.

Cak Imin dinilai cocok mendampingi Jokowi pada Pilpres 2019 nanti. Pasalnya, Ketua Umum PKB itu diklaim sangat peduli terhadap perjuangan kaum buruh di Indonesia.

“(Cak Imin) menerapkan kebijakan yang membatasi Tenaga Kerja Asing serta yang paling fenomenal adalah moratorium TKI ke Arab Saudi sebagai bentuk menjaga martabat dan harga diri bangsa serta banyak kebijakan lain yang berpihak pada kepentingan buruh di Indonesia,” kata Koordinator deklarasi, Dalail Wijaya di Basis GBLP CV IMCO dan PT Indoplat, Tegal Alur Kalideres, Jakarta Barat, Minggu (29/7).

Selain peduli, Cak Imin juga memiliki track record yang jelas terhadap nasib buruh. Wakil Ketua MPR-RI itu juga berhasil perjuangkan tanggal 1 Mei sebagai hari buruh di Indonesia. “(Cak Imin) memberikan kado terindah dengan meliburkan 1 Mei sebagai hari buruh menjadi pijakan perjuangan buruh dalam menuntut hak-haknya,” terangnya.

Wasekjen DPP Sarbumusi ini menegaskan, deklarasi ini murni inisiatif kelompok buruh untuk mendukung Cak Imin. Dia pun mengatakan pihaknya sedang melakukan dua konsolidasi untuk mendorong Cak Imin meraih posisi Cawapres, yaitu melalui konsolidasi internal dan eksternal.

Dari sisi internal, kata Dalail, Sarbumusi akan melakukan konsolidasi nasional. Menurutnya, akan ada deklarasi serupa di berbagai daerah lainnya, seperti Surabaya, Bekasi dan Pekanbaru dalam waktu dekat.

Sementara dari deklarasi Eksternal, K-Sarbumusi akan melakukan penggalangan dan mengkonsolidasikan dengan serikat-serikat buruh lainnya.

“(Konsolidasi ke) SPSI, SBSI, KSPI dan sebagainya untuk menyamakan frame berpikir bahwa buruh harus terlibat dalam pesta demokrasi 2019,” terangnya. (Aiy/Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...