Gelombang Panas Jepang Bikin Harga Sayur Melonjak, Es Krim Laris

0 Komentar

FAJAR.CO.ID – Harga sayuran di Jepang melonjak sebanyak 65 persen dalam cengkeraman gelombang panas yang melelahkan. Dilansir Prothom Alo beberapa hari lalu, suhu yang sangat tinggi menghambat upaya pembersihan dan pemulihan di Jepang pascabanjir.

Sebanyak 65 orang tewas dalam seminggu hingga 22 Juli. Seorang tahanan berusia empat puluhan meninggal karena serangan panas di Kota Miyoshi.

Pejabat Kementerian Pertanian di Tokyo memperingatkan tentang pergerakan harga yang cukup parah untuk sayuran jika cuaca panas ini masih akan terus bertahan. “Ini tergantung pada cuaca bagaimana harga akan bergerak.”

Data terbaru menunjukkan harga grosir kubis adalah 129 yen (USD 1,16) per kg di Tokyo. Peningkatan tersebut sebanyak 65 persen di atas harga rata-rata akhir Juli dalam lima tahun terakhir.

Sementara itu, suhu di kota-kota barat Yamaguchi dan Akiotacho di Jepang mencapai rekor tertinggi 38,8 Celsius dan 38,6 Celcius. Di Takahashi, kota barat lainnya dan salah satu wilayah yang paling terpukul oleh banjir bulan ini, di mana suhu mencapai 38,7 Celcius.

Di pasar saham Tokyo, saham-saham di perusahaan-perusahaan diharapkan mendapat manfaat dari musim panas yang sangat panas, seperti pembuat es krim. Mereka meningkatkan penjualannya baru-baru ini.

Saham Imuraya Group, yang anak perusahaannya menjual es krim vanilla dan kacang merah, penjualan naik. Saham mereka naik hampir 10 persen pada bulan tersebut. Sementara Ishigaki Foods, yang menjual teh barley, sahamnya melonjak 50 persen selama periode yang sama.

Di negara tetangga Korea Selatan, panas yang tak henti-hentinya telah menewaskan sedikitnya 14 orang tahun ini. Gelombang panas berada pada tingkat bencana khusus. Harga sayuran juga naik di Korsel. (ina/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...