Jambret Nenek-nenek yang sedang Belanja Sayur, Dua Lelaki di Malang Ditangkap

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MALANG – Seluruh wilayah hukum Polres Malang tampaknya tengah gencar melakukan pembersihan terhadap pelaku kejahatan jalanan, termasuk jambret. Hasilnya, duet penjambret berhasil ditangkap anggota Polsek Turen dan Satuan Intel Polres Malang, Minggu (29/7).

Pelaku Irwanto, 36, warga Kecamatan Poncokusumo dan Rohman, 42, warga Tumpang yang sehari-hari bekerja sebagai petani, terpaksa harus berurusan dengan kepolisian. Pasalnya, kedua orang ini tertangkap telah melakukan tindak kejahatan jambret.

Kapolsek Turen, Kompol Adi Sunarto, menjelaskan, kejadian ini terjadi Minggu pagi. Saat itu, korban, Tutik Tusikah, 69, warga Turen tengah berbelanja di Jalan Raya Talok, kecamatan setempat.

Ketika Tutik tengah berbelanja sayur, tiba-tiba saja pelaku Irwanto mendatangi korban. Tanpa babibu dia mengalungkan celurit ke leher Tutik.

Ketika celurit sudah dikalungkan, tiba-tiba saja, kalung emas yang ada di leher korban, ditarik paksa oleh Irwanto.

Setelah berhasil menggaet kalung emas dengan berat 10 gram, pelaku segera berlari ke arah rekannya, Rohman. Rohman sudah menunggu di tempat yang aman dan bersiap melarikan diri.

“Rekannya ini sudah menunggu di motor. Siap untuk berboncengan dan kabur,” kata Adi, Minggu (29/7).

Korban yang kaget segera saja berteriak-teriak meminta tolong kepada warga. Saat itu, anggota Polsek Turen dan anggota Sat Intelkam Polres Malang tengah melakukan patroli.

Tidak menunggu waktu lama, dua pelaku kejahatan ini dapat segera dibekuk oleh petugas. Waktu itu, duet penjambret ini berusaha kabur.

Empat anggota polisi segera menghadang laju kendaraan penjahat. Sebelum diamuk massa, Irwanto dan Rohman berhasil diamankan petugas.

“Sudah kami amankan dan sekarang tengah dikembangkan,” kata dia.

Adi menjelaskan, kemungkinan akan ditangkap jambret lain di wilayah Turen. Berdasarkan hasil pengembangan, didapatkan bahwa duet jambret ini sudah melakukan kejahatan di empat lokasi.

“Berdasarkan hasil pengembangan, sasarannya adalah perempuan yang mengenakan perhiasan,” tegas dia. (tik/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...