Long March Cak Imin for Wapres 2019 Disambut Pawai Obor

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Tepat di GOR Panatayuda Kabupaten Karawang sebanyak 3000 masa yang terdiri dari santri, ulama, tokoh masyarakat, bobotoh Karawang dan masyarakat Karawang yang rindu akan kepemimpinan santri, menyambut kedatangan peserta longmarch Ciamis-Jakarta laskar santri untuk Muhaimin Iskandar For Wakil Presiden (Cawapres) 2019 dengan sholawat dan Takbir dimana long march akan dilanjutkan dengan cara pawai obor menuju Kota/kab Bekasi.

“Setelah ditinggal Gus Dur kami merasa kehilangan sosok, kini ada Cak Imin yang mewakili politik kaum santri, cicitnya KH. Bisri Sansuri dan kami tergugah atas aksi Longmarch ini untuk ikut berpartisipasi menyukseskan Cak Imin,” ujar ketua penyambutan longmarch Laskar Santri untuk Cak Imin wapres 2019, Rahmat Hidayat Djati sapaan akrabnya Toleng.

Selanjutnya Toleng mangatakan bahwa penyambuatan ini merupakan bentuk kesungguhan kaum santri yang rindu memiliki pemimpin dari kaum dan santri yang progress akan perubahan.

“Cak Imin itu harga mati, dan kesempatannya ada pada tahun politik sekarang, untuknya kami kaum santri Karawang siap juga ikut longmarch bersama sahabat-sahabat yang sudah berjalan dari Ciamis,” paparnya.

Toleng berharap dan meminta Cak Imin sang panglima santri untuk melanjutkan koalisi dengan Pak Jokowi dalam pilpres 2019, itupun jika pak Jokowi berkenan meminang Cak Imin menjadi wapres, jika tidak pihaknya berharap Cak Imin untuk mempertimbangkan keberlanjutan koalisi.

“Sudah sepantasnya Cak Imin jadi wapres Pak Jokowi dalam Pilpres 2019 dan Pak Jokowi pantas untuk mempertimbangkannya.” Ujarnya.

Selanjutnya mengungkapkan bahwa peserta penyambutan ini terdiri dari pimpinan pesantren, santri, majelis taklim, bobotoh Kabupaten Karawang dan pengurus NU se-Kabupaten Karawang.

Korlap Long Mach Laskar Santri, Johan J Anwari mengatakan, para santri melalui aksi jalan kakinya dari Ciamis sampai Jakarta, membawa mandat para kiyai dan ulama, agar Cak Imin berupaya maksimal untuk menjadi pemimpin bangsa. Ditegaskan, sudah saatnya rakyat Indonesia dipimpin oleh sosok yang agamis, tetapi juga nasionalis.

“Perjalanan kita ini sudah sembilan hari, kepentingan untuk mengawal amanat para kiyai untuk Cak Imin agar menjadi pemimpin bangsa. Para kiyai di berbagai daerah sudah berkomitmen bahwa Indonesia harus memiliki pemimpin yang berlatar belakang religius sekaligus nasionalis,” papar Johan.

Namun, kata dia, semangat mendorong Cak Imin sebagai perwakilan kaum santri agar sampai pada posisi Wapres pada 2019, menjadi penyemangat tersendiri guna mengingatkan seluruh lapisan masyarakat Indonesia bahwa negeri ini butuh pemimpin yang lahir dari kalangan islam, santri.

“Nanti para santri akan menemui Cak Imin langsung di Jakarta, karena aksi ini dinawaitukan khusus untuk Cak Imin. Nanti kita tidak banyak diskusi dengan Cak Imin. Buat apa banyak diskusi? Kita hanya menyerahkan mandat para kiyai bahwa Cak Imin harus menjadi pemimpin Indonesia, dan itu harus menjadi pertimbangan pak Jokowi,” pungkasnya. (jaa/idp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...