Sejumlah Peserta Kecewa Hasil Forum Ijtima Ulama, Begini Katanya

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sejumlah ulama peserta forum Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional di Hotel Menara Peninsula Jakarta, kecewa dengan hasil rekomendasi forum tersebut.

Forum Itjima Ulama memunculkan nama Prabowo Subianto sebagai calon presiden pilihan umat untuk berlaga di Pilpres 2019. Kekecewaan itu lantaran dalam kriteria sesuai rumusan dirumuskan, calon harus memiliki kualitas keislaman mumpuni.

Sementara, Prabowo sendiri telah mengakui bahwa kualitas keislaman dia jauh dari baik. Bahkan dia mengaku siap mendukung calon sesuai umat dalam forum tersebut.

“Kami di komisi politik telah merumuskan kriteria umum dan khusus calon pemimpin bangsa, antara lain harus muslim taat beribadah, dalam arti luas,” papar Gus Huda.

“Dengan tolok ukur menjalankan sholat lima waktu dan kemampuan membaca Alquran dan menjadi imam sholat. Itu pedoman kami sebagai peserta dalam mencari sosok pemimpin,” ungkap Saifullah Huda atau Gus Huda, di lokasi acara, Minggu, (29/7).

Pengasuh Ponpes Nurul Islam Pasuruan Jatim itu menambahkan, dalam upacara seremonial pembukaan acara, Prabowo siap mendukung calon lain.

“Dia sudah menunjukkan sikap negarawan dengan baik dan bijak. Kami salut semua. Sehingga, kami fokus merumuskan kriteria untuk mencari figur pemimpin Islami sekaligus Nasionalis,” imbuh dia.

Abdul Hamid Mudjib, sekaligus pengasuh ponpes asal Pasuruan Jatim bahwa dirinya mengaku berharap sosok lain yang muncul dari forum Ijtima’ Ulama ini.

“Saya sempat berpikir, Prabowo sebagai negarawan akan mendorong sosok lain sebagai pemimpin umat. Banyak pilihan nama-nama lain, seperti Yusril Ihza Mahendra, Anies Baswedan dan Gatot Nurmantyo. Bahkan sewaktu sambutan pembukaan kemarin, orasi Yusril sangat memukau kami sebagai umat,” papar dia.

Sedangkan di tempat sama, KH Mustofa Qutby, pengasuh ponpes Ponpes Al Munawariyah Bululawang, Malang Jatim menyatakan, terkait dengan rekomendasi nama Capres Prabowo dan dua nama Cawapres Salim Segaf Aljufri serta Ustadz Abdul Somad oleh panitia atas arahan Habib Rizieq Shihab, mengaku khusnudzon (berbaik sangka) saja dengan Habib Rizieq.

“Yang pasti kalau itu benar atas arahan Habib Rizieq, kami khusnudzon saja. Tetapi kami juga percaya Habib Rizieq pasti memberi ruang untuk kami bertanya dan mempertanyakan,” papar KH Mustofa.

“Sebab, kami sudah menyusun kriteria merujuk Kitabullah, dan harus kami pertanggungjawabkan. Kemudian, nama dua pilihan cawapres itu tidak pernah muncul,” ungkap Gus Mus, panggilan akrab putra KH Badri Mashduqi pengasuh Ponpes Badridduja Kraksaan Probolinggo itu. (rej/idp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...