Anang Sugiana Divonis Enam Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp20,7 Miliar


FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Terdakwa kasus pengadaan KTP elektronik, Anang Sugiana Sudiharjo divonis enam tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider empat bulan kurungan.Ketua Majelis Hakim, Fangky Tambuwun mengatakan mantan Direktur PT Quadra Solution itu telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama hingga menyebabkan kerugian negara.”Mengadili, menyatakan terdakwa telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” ujarnya di Ruang Mr. Kosoemah Atmadja II, PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar, Jakarta Pusat, Senin (30/7)Selain itu, Anang juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 20.7 miliar dalam jangka waktu satu bulan setelah sidang pembacaan putusan.”Apabila pidana denda tidak dibayar dalam waktu satu bulan sesudah putusan pengadilan, maka harta terdakwa disita untuk dilelang dan menambah hukuman pidana penjara selama lima tahun,” ucap sang hakim.Putusan ini lebih rendah dari tuntutan yang telah dilayangkan JPU KPK kepada Anang. Sebelumnya, Anang dituntut tujuh tahun penjara.Dalam perkara ini, Anang terbukti ikut merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun dalam proyek pengadaan KTP-el. Dia dinilai telah memperkaya korporasi, sejumlah anggota DPR, dan pejabat Kementerian Dalam Negeri.Anang terlibat dalam pemberian suap terkait proses penganggaran proyek KTP-el di DPR pada tahun anggaran 2011-2013. Salah satunya kepada Ketua Fraksi Golkar DPR Setya Novanto.Selain itu, Anang terlibat dalam mengarahkan dan memenangkan Konsorsium PNRI menjadi pelaksana proyek pengadaan KTP-el.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...