Buku Lingkungan Hidup Beredar di SD, Kadisdik Gowa: Jangan Beli Bukunya


FAJAR.CO.ID, GOWA — Sejumlah pendidik mengeluhkan beredarnya buku Pendidikan Lingkungan Hidup di beberapa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Gowa.Pasalnya, pihak penyalur atau rekanan tidak berkoordinasi terlebih dahulu dan langsung menyalurkan buku PLH tersebut di sekolah.Terkait persoalan tersebut Ketua LSM Mapankan Gowa, Fajar Situju mengatakan, dari hasil investigasi yang dilakukan, buku yangdisalurkan ke sekolah itu memang dikeluhakan dibeberapa sekolah. Ironisnya, pihak penyalur saat menawarkan buku, diduga mengatasnamakan Dinas Pendidikan Gowa.Fakta lain yang ditemukan, harga buku PLH per paket tersebut mencapai Rp9 juta dan harus dibayar untuk kelas 4, 5, dan 6. “Buku PLH itu tidak masuk dalam kurikulum, jadi bukan kewajiban bagi setiap siswa di sekolah,” tegas Fajar.Menanggapi masalah itu, Kadis Pendidikan Gowa, Dr Salam mengatakan, kalau sekolah sudah berbasis Adiwiyata, sudah berbasis lingkungan, hanya butuh satu buku atau buka di online untuk referensi bagaimana memanfaatkan lingkungan sekolah.“Ini susahnya kalau ada distributor turun selalu mengatasnamakan dinas, kalau tidak salah nama Distributornya CV. MK,” ucapnya, Senin (30/7/2018).

Salam menambahkan,buku PLH itu bukan buku wajib dan bukan buku mata pelajaran, sangat mubazzir kalau membeli buku tetapi tidak tepat manfaatnya atau tidak digunakan. Kalau buku, untuk semua siswa sudah terpenuhi serta masih ada sisanya, itu bisa membeli buku referensi untuk perpustakaan.

“Dana BOS pada triwulan dua di prioritaskan 20% untuk pembelajaan buku, harus buku kurikulum dulu yang dibayarkan. Selanjutnya, jika ada sisanya, baru buku referensi yang dibayarkan. Memang ada 5 kecamatan menjadi lahan empuk  rekanan. Sudah kedua kali rekanan mendrop buku ke sekolah tanpa seizin atau mengatas namakan kami di dinas,” ujarnya.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar