Dibanding Ikuti Ijtima Ulama, Prabowo Disarankan Dorong Figur Ini

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ijtima Ulama yang digagas oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama telah mengusulkan nama Ketua Majelis Syuro PKS, Habib Salim Segaf Aljufri dan Ustad Abdul Somad sebagai cawapres. Kedua nama itu nantinya akan disandingkan dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Menanggapi rekomendasi itu, Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai rekondasi GNPF Ulama tidak realistis. Ketika Prabowo memilih Ustadz Somad misalnya, maka bukan tidak mungkin akan terganjal syarat ambang batas presiden.

“Ini rekomendasi tidak realistis. Pertama, jika mau menduetkan Prabowo dan Somad tentu harus berdarah-darah menggenapi 20% ambang batas presiden karena suara Gerindra saja tidak cukup. Sementara PKS/PAN tak mungkin begitu saja memberikan karpet merah posisi cawapres kepada Somad,” kata Adi kepada JawaPos.com, Minggu (29/7).

Begitu pula dengan rekomendasi duet Prabowo dan Habib Salim. Adi menyebut opsi ini akan membuat Prabowo kesulitan merebut kursi orang nomor satu Indonesia itu.

Adi pun menyiapkan opsi duet yang dinilai jauh lebih menarik untuk mengalahkan Jokowi. Misalnya saja, parpol koalisi penantang mantan wali kota Surakarta itu memberikan tiket rekomendasi kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Hari Murti Yudhoyono (AHY).

“Opsi Anies-AHY jauh relastis, mengingat Prabowo siap legowo tak nyapres kalau ada figur lebih baik dan didukung oleh parpol koalisi,” ungkapnya.

Terkait modal suara dari kalangan pemilih Islam, Adi menyebut tak seharusnya kubu penantang Jokowi itu mengambil figur tersebut. Pasalnya, kubu Jokowi tentunya telah bisa menetralisir.

Misalnya saja, di kubu Jokowi ada nama-nama seperti Mahfud MD, Din Syamsuddin, Ma’ruf Amin sampai dengan Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi. Mereka telah mewakili tokoh-tokoh islam dari kalangan NU dan Muhammadiyah.

“Kalau mau mengalahkan Jokowi, tak bisa melulu hanya menggunakan sentimen Islam. Harus dibaluri dengan nuansa nasionalis yang lebih kentara seperti AHY. Sementara Anies lebih merepresentasikan kekuatan Islam masa kini dibandingkan Prabowo,” pungkasnya. (aim/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...