Gelapkan 250 Ton Program Raskin, Ini Peran Dua Pelaku


FAJAR.CO.ID, GOWA – Unit Tipikor Satreskrim Polres Gowa berhasil mengamankan dua pelaku tindak pidana korupsi penyalahgunaan program Raskin tahun 2017 dan Bansos Rastra tahun 2018. Penangkapan tersebut setelah melakukan penyelidikan selama dua bulan.Masing-masing pelaku FE (35) selaku koordinator penyaluran, dan DDS (52) selaku penadah. Beberapa dokumen pun dilakukan penyitaan oleh Unit Tipikor sebagai barang bukti tindak pidana Korupsi yang dilakukan oleh pelaku.Kapolres Gowa Akbp Shinto mengatakan pelaku FE selaku koordinator penyaluran ditahan karena telah melakukan penyelewengan terhadap pendistribusian Raskin atau Rastra yang tidak disalurkan sesuai dengan peruntukannya. Pelaku menjual Raskin tersebut kepada sentra-sentra atau gudang yang ada wilayah Kabupaten Gowa. Sedangkan DDS ditahan karena telah menjadi penadah Raskin atau Rastra yang dijual oleh yang bersangkutan.“Jadi, lebih dari 250 ton Raskin atau Rastra telah diselewengkan sejak bulan Oktober 2017 hingga bulan April 2018,” ungkap Shinto saat menggelar konferensi pers di Mako Polres Gowa, Senin (30/07).Pelaku juga mengakui bahwa aksinya tersebut dilakukan saat pendistribusian Raskin atau Rastra ke desa. Dimana pihak desa, kata Shinto, tidak menerima dengan alasan beras dalam kualitas buruk, sehingga yang seharusnya beras tersebut dikembalikan ke Bulog, tetapi pelaku tidak melakukan hal tersebut.”Pelaku justru melakukan penjualan Raskin atau Rastra tersebut ke sentra-sentra yang ada wilayah Kabupaten Gowa, dan membuat laporan palsu terkait penyaluran Raskin atau Rastra,”terang Shinto.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...