Keberangkatan 404 Calhaj asal Bogor Diwarnai Suasana Haru

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, BOGOR – Suasana haru mewarnai pelepasan calon jamaah haji (calhaj) asal Kota Bogor tadi malam (29/7). Jamaah berpelukan erat dengan sanak keluarga. Dari halaman Masjid Raya Bogor, 404 jamaah menaiki bus menuju Asrama Haji Embarkasi Bekasi sebelum terbang ke Tanah Suci.

Kepala Kemenag Bogor, Ansurullah menjelaskan, sebanyak enam orang petugas dari Kemenag disiapkan untuk menjaga kelompok terbang (kloter) 42 atau kloter pertama calhaj Kota Bogor.

”Selanjutnya kloter 68, berangkat tanggal 5 Agustus. Jumlahnya sama dengan malam ini 404 jamaah,” jelasnya usai melepas rombongan.

Selanjutnya, keberangkatan terakhir dari Kota Bogor dila­kukan pada 12 Agustus. Yakni masuk pada kloter 89 yang berjumlah sekitar 250 orang. Para calhaj, kata dia, tak lantas dintar ke Bandara Soekarno Hatta, melainkan terlebih dahulu dibawa ke embarkasi Bekasi terlebih dahulu untuk diperiksa kesehatannya serta kelengkapan administrasi. ”Disterilkan untuk diperiksa kesehatannya dan paspornya,” terangnya.

Nah, ada yang menarik dalam jamaah calhaj Kota Bogor tahun ini. Pada keberangkatan terakhir, salah satu paranormal asal Bogor, Ki Gendeng Pamungkas juga dijadwalkan ikut berangkat ke tanah suci. Padahal belum lama ini, dia sedang tersandung kasus hukum ujaran kebencian. Menurut Kasi Haji dan Umrah Kemenag Bogor, Adeng Jaelani, kasus hukum yang menjerat Ki Gendeng sudah selesai sehingga dia bisa diberang­katkan.

”Tanggal 12 berangkatnya. (Kasusnya) sudah beres. Memang udah terdaftar, jadi berangkat dari Bogor,” beber Adeng.

Di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Bogor, Usmar Hariman mengatakan, sebanyak 1.084 calhaj asal Kota Bogor dipastikan sudah mendapat penyuluhan terlebih dahulu sebelum diberangkatkan.

”Para calhaj asal Kota Bogor sudah diberikan informasi update terkait situasi dan kondisi terkini di Madinah dan Masjidil Haram agar mereka tidak kaget saat tiba,” ujarnya.

Ia berharap, para calhaj bisa fokus dalam menjalankan ibadah haji dengan bekal pelatihan yang sebelumnya sudah dilakukan mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat kota.

”Semua kesiapan, jadi paling penting menyiapkan mental mereka untuk bisa fokus beribadah,” pungkasnya. (fik/RB)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...