Lakukan Pencemaran Nama Baik, Walikota Bekasi Resmi Polisikan Sekdanya

0 Komentar

FAJAR CO.ID, JAKARTA – Pejabat Sementara (Pjs) Walikota Bekasi Ruddy Gandakusuma secara resmi melaporkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi Rayendra Sukarmadji ke Bareskrim Polri atas dugaan pencemaran nama baik dengan Nomor:STTL/779/VII/2018/Bareskrim pada, Senin (30/7).

Ruddy tiba di Bareskrim sekira pukul 16.20 WIB bersama lima kuasa hukumnya. Kepada wartawan, Ruddy mengakui Rayendra secara sengaja telah melakukan pembusukan terhadap dirinya kepada seluruh SKPD yang ada di Pemerintahan Kota Bekasi lewat grup WhatsApp Satukan Hati yang beranggotakan kepala-kepala dinas.

Dikatakan Kepala Kesbangpol Pemerintah Jawa Barta (Jabar) itu menuturkan, Rayendra mengintruksikan seluruh SKPD di Kota Bekasi untuk tidak mengikuti arahannya dalam menjalankan roda Pemerintahan semenjak dirinya diputuskan untuk memimpin Kota Bekasi untuk sementara, pasca berlangsungnya Pemiluhan Walikota Bekasi.

“Pada hari ini saya sebagai pejabat Wali Kotas Bekasi hadir di Bareskrim melaporkan tidakan dan perbuatan Sekda Kota Bekasi yang melakukan tindakan yang dilakukan dalam grup WA. Saya terima laporannya pada akhir bulan Mei yang isinya ujaran kebencian,” kata Rudy di Bareskrim Mabes Porli.

Lanjut Ruddy, sikap pembusukan yang dilakukan oleh Sekda Kota Bekasi ini bisa berpengaruh pada pelayanan Pemerintah terhadap masyarakat Kota Bekasi, karena arahan Sekda tersebut bisa membuat para SKPD keras kepala dan tidak mau bekerja melayani masyarakat.

“Sebagai (Pj) Wali Kota Bekasi, saya nggak mau membiarkan masyarakat sampai kehilangan hak nya. Saya harus bertindak demi hukum dan negara,” tegas dia.

Menurut Ruddy, langkah pembangkangan dan pembusukan yang dilakukan oleh Sekda sudah tercium sejak durinya dilantik oleh Mendagri Tjahjo Kumolo di Gedung Sate, Bandung beberapa waktu lalu, dimana para SKPD tidak menghadiri acara pelantikan, padahal pelantikan Pjs Bupati saja dihadiri oleh kepala UPT.

“Disitu terlihat kehadiran saya tidak dikehendaki, padahal saya tidak punya pretensi apa-apa saya tidak pernah bermimpi menjadi pj Walikota Bekasi, saya hanya semata-mata menjalankan tugas negara,” ucapnya.

Dalam kasus ini, Rayendra dikenakan pasal 27, 28 Undang-Undang ITE dan Pasal 160 KUHP. Adapun barangbukti yang dilampirkan ialah Screenshoot di grup WhatsApp Satukan Hati (Milik Pejabat Pemkot Bekasi) yang di posting oleh Sekda Pemkot Bekasi. Dalam isi pesan WA itu, Rayendra meminta agar tidak usah mengikuti arahan Pjs Walikota

“Para SKPD Anda jangan mau diatur sama orang baru yang mencari popularitas di  Bekasi, kita harus punya prinsip dan nyali untuk mengusir Pj dari Bumi Bekasi. Jangan punya nyali kecil jangan mau menghadap kalau di panggil biarkan saja kita harus kompak,” demikian isi pesan WhatsApp Rayendra yang ditunjukan oleh Ruddy. (Aiy/Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...