Masuk Bursa Cawapres Prabowo, Fahri Hamzah: Elektabilitas Salim Segaf Hanya 1,7 Persen

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Meski nama Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri masuk dalam bursa cawapres yang dicalonkan oleh Ijtima Ulama, legislator asal Sumbawa Fahri Hamzah rupanya tidak puas. Baginya, usulan yang diberikan ulama merupakan proses yang berada di luar parpol.

“Sebenarnya di PKS dari 9 nama yang diajukan setahu saya itu harus diputuskan terlebih dahulu di Musyawarah Majelis Syuro siapa 9 (cawapres) yang akan diutus mewakili. Tidak serta merta dan tidak otomatis. Jadi proses di GNPF itu proses non parpol,” kata Fahri di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (31/7).

Menurut Fahri, nama Salim hanya memiliki persentase keterpilihan yang kecil sebagai kader yang ingin diusung PKS sebagai cawapres. Mantan menteri sosial itu mendapatkan tak lebih dari dua persen suara dari PKS.

“Nomor satu Pak Aher, Hidayat dan Pak Anis Matta. Pak Salim sendiri agak bawah di polingnya. Cuma 1,7 persen,” ungkapnya.

Di sisi lain, kata Fahri, dari kandidat figur yang paling disukai diusung oleh PKS, hanya nama mantan presiden PKS Anis Matta yang tak terjun sebagai caleg di pilpres 2019 mendatang. Karena itu, dia meminta partainya itu tak gegabah dalam mengambil keputusan.

“Kita lihat respon publik, setelah itu nanti kita putuskan. Sebab ujug-ujug kalau muncul satu nama tanpa musyawarah dalam keadaan partai sedang pecah gini ya bisa berantakan itu,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, nama Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri menjadi salah satu nama yang direkomendasikan oleh Ijtima Ulama. Selain Salim, nama pendakwah kondang Indonesia, Ustadz Abdul Somad pun masuk dalam bursa cawapres.

Kedua nama itu pun diketahui disetujui hampir 600 ulama yang hadir dari seluruh Indonesia. Kini, partai koalisi penantang petahana pun terus menggodok nama cawapres yang akan diusung sebagai pendamping Prabowo. (aim/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...