Perkuat Nilai Pancasila Lewat Media Film

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Forum Nasional (Fornas) Bhinneka Tunggal Ika terus berupaya memperkuat dan memperluas serta menyebarluaskan gagasan tentang kebhinekaan dan persatuan nasional.

Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Fornas Bhinneka Tunggal Ika, Gatot Vincero Prihandono mengatakan, pihaknya akan memutar dan menyebarluaskan film LIMA di beberapa negara.

“Kegiatan ini sebagai bentuk penguatan nilai-nilai pancasila melalui media film yangmenjangkau lintas generasi dan lintas jaman,” ujar Gatot melalui pesan tertulis, Selasa (31/7).

Gatot mengaku sangat mendukung inisiasi dari perwakilan luar negeri tersebut untuk menjadikan film LIMA ini sebagai rantai kegiatan yang massif, edukatif sekaligus menghibur. Bahkan, pihaknya berencana ingin merangkul gerakan Diaspora Indonesia dengan mulai mendalami gagasan soal Kewarganegaraan Ganda sebagai sebuah diskursus gagasan yang penuh empati.

Sementara, Christina Widiyani, perempuan asal Jogja yang tinggal di Marseille, Prancis Selatan sejak tahun 1993 ini mengatakan, kehidupan sekitar 1.500 warga Indonesia sepanjang Prancis Selatan hingga perbatasan Spanyol cukup solid.

“PPLN (Panitia Pemilihan Luar Negeri) sangat aktif kontak per telepon terhadap 600 orang terdaftar sebagai pemilih tetap. Mereka pun berinteraksi dengan kaum Diaspora,” katanya.

Dalam pandangannya, Diaspora Indonesia menggunakan media promosi budaya untuk menarik simpati atas program pokok mereka. “Untuk meneruskan langkah konsolidasi ini, program internal dari Fornas Bhinneka Perwalu akan membuat blog yang mewadahi interaksi dan komunikasi dari jaringan luar negeri berupa kabar dari seberang yang berisi berita dan opini kawan-kawan mengenai gagasan kebinekaan dan persatuan nasional,” sebutnya.

Rapimnas Fornas Bhinneka Tunggal Ika ini rencananya akan dihelat pada pertengahan Agustus 2018. Cakupan jaringan Fornas Perwalu saat ini ada 13 negara, di antaranya Perancis, Federal Demokratik Yugoslavia yang berganti nama menjadi Republik Rakyat Federal Yugoslavia, Inggris, Norwegia, Jerman, Amsterdam, Australia, Selandia Baru, Jepang termasuk beberapa negara di kawasan Asia Tenggara seperti Philipina dan Thailand. (jaa/IDP)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...