PWNU Jatim Diharap Tak Menjadi Partisan Parpol

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) memiliki kepengurusan baru. Adalah KH Anwar Mansyur sebagai Rois Syuriah, dan KH Marzuki Mustamar sebagai Ketua Tanfidiyah PWNU Jatim periode 2018-2023.

Sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim Anwar Sadad mengucapkan selamat atas terpilihnya kedua tokoh tersebut. Gerindra memiliki komitmen kuat untuk mendukung penuh program-program kerja PWNU Jatim.

Bahkan sejak dahulu, sinergitas Gerindra dengan PWNU Jatim sudah berjalan dengan baik. Apalagi mayoritas kepengurusan Gerindra Jatim merupakan kader-kader dari NU.

“Gerindra siap mensupport semua program-program kerja PWNU untuk mewujudkan mabadi khoiro ummah. Apalagi di dalam kepengurusan Gerindra di semua jajaran terdapat anak-anak NU yang bertekat memperjuangkan NU di jalur politik,” kata Sadad di Surabaya, Selasa (31/7).

PWNU Jatim di bawah kepemimpinan Mansyur dan Kiai Marzuki diharapkan benar-benar manjadi pengayom bagi seluruh elemen masyarakat. Termasuk kekuatan partai politik.

“Sebagai pengayom, Gerindra yakin PWNU akan kukuh mempraktikkan politik kebangsaan atau high politics. Dengan memberikan guidance bagi kekuatan politik Jatim berdasarkan spirit nilai-nilai agama, kebangsaan, demi kemaslahatan umat,” terang Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Pasuruan periode 2000-2001 itu.

Sadad meyakini jika benar-benar mempraktikkan high politics, PWNU Jatim akan terselamatkan dari kepentingan kelompok tertentu. Apalagi baik Kiai Mansyur maupun Kiai Marzuki keduanya telah menandatangani kontrak jam’iyah. Salah satunya berpegang teguh pada 9 pedomam politik warga NU.

“Pasti PWNU akan menghindar untuk masuk dalam wilayah politik kepartaian yang sempit dan dangkal. Atau bahkan menjadi partisan politik untuk kepentingan jangka pendek,” pungkas Ketua Dewan Pakar Ikatan Alumni Santri Sidogiri tersebut. (mkd/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...