Waduh, Kejati Sulsel Dipermalukan Jeng Tang Sekeluarga, Ini Penyebabnya…

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Bos PT Bumi Anugerah Saksi (BAS) Soedirjo Aliman alias Jen Tang sudah lama berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel. Namun, hingga saat ini jejak-jejak pelariannya tak jua ditemukan.

Komisi III DPR RI yang membidangi Hukum, Hak Azasi Manusia dan Keamanan menaruh perhatian serius atas fakta ini. Karenanya, kala berkunjung ke kantor Kejari Sulsel, Senin (30/7), kasus Jen Tang mendapat sorotan khusus.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond Junaidi Mahesa, meminta kepada Kejati Sulsel untuk prioritas dalam penanganan kasus korupsi. Termasuk perburuan terhadap Jen Tang, yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sewa lahan negara di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Makassar.

”Setiap kasus korupsi yang berproses harus menjadi prioritas. Tidak bisa dibiarkan,” tegas legislator Senayan dari Partai Gerindra itu dalam keterangan persnya di kantor Kejati Sulsel, kemarin.

Sementara Akbar Faisal, anggota Komisi III lainnya lebih khusus membahas soal kasus Jen Tang. ”Tadi (kemarin) dalam pembahasan, saya sendiri yang meminta agar kasus Jen Tang dituntaskan. Saya sudah koordinasikan dengan Kajati,” ujarnya

Kepada Akbar, Kajati Sulsel menyampaikan bahwa penanganan perkara tersebut masih dalam proses hukum. ”Pak Kajati berjanji bertanggung jawab. Bersama jajarannya akan menyelesaikan kasus ini,” terang wakil rakyat Partai Nasdem ini.

Menurut Akbar Faisal, apa yang dilakukan Jen Tang dan anaknya saat ini telah mempermalukan institusi penegak hukum, dalam hal ini kejaksaan. ”Karena itu, sebagai anggota DPR saya meminta agar kasusnya dituntaskan,” tandasnya.

Dalam pengusutan kasus Jen Tang, penyidik kejati sudah beberapa kali memanggil anak Jen Tang, yakni Edy Aliman serta istrinya. Namun, mereka selalu mangkir dan tak pernah sekalipun memenuhi panggilan kejati. Ironisnya lagi, alamat yang diberikan kepada penyidik kejaksaan ternyata palsu.

Sorotan dua anggota DPR RI itu mendapat respons dari Kajati Sulsel Tarmizi. ”Ini menjadi masukan bagi saya dan anggota untuk memiliki semangat dan kemauan. Ke depannya akan dilakukan evaluasi dan mengeluarkan banyak strategi untuk menghadirkan alat bukti serta saksi yang secara signifikan dibutuhkan,” kata Tarmizi.

Tarmizi menegaskan, tak ada kebohongan dalam penanganan kasus Jen Tang. Ia pun optimistis dan memastikan proses kasus ini akan berakhir. Diyakini pula pihaknya bisa segera menghadirkan Edy Aliman dan Jen Tang.“Saya akan meminta asintel untuk membackup penuh jaksa penyidik dalam kasus ini,” tandas Tarmizi.(mat/rus)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...