9 Bulan Kasus Jen Tang Tertahan, AMM Harap Penegak Hukum Tak Main Mata

Rabu, 1 Agustus 2018 - 15:39 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Sejumlah demonstran yang mengatasnamakan diri Aliansi Mahasiswa Menggugat, berunjuk rasa di depan Kantor Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Rabu (1/8/18).

Dalam unjuk rasa itu, mereka meminta pihak pengadilan negeri dan kejaksaan mengusut tuntas kasus penjualan lahan negara, yaitu di Kelurahan Buloa Kecamatan Tallo. Dimana dalam kasus tersebut tersangka Jentang, yang jadi buronan kasus korupsi penjualan lahan negara.

“Jangan sampai pengadilan negeri Makassar ada kongkalikong dengan kejaksaan, dimana Jentang sudah 9 bulan menjadi buron, tapi bisa diatur dengan pengadilan,”ujar Jenderal Lapangan, Reynaldy.

Bahkan, kata Reynaldy, hebatnya Jentang bisa leluasa mengurusi kasus-kasus yang lain sementara bersengketa, salah satunya adalah sengketa lahan Mazda di Jalan AP Pettarani.

Sementara PK di pengadilan negeri Makassar selalu gagal menghadirkan pihak tersangka yakni Jentang ibarat tidak tersentuh hukum. Ini mengindikasikan bahwa penegak hukum terhadap Jentang sudah tumpul alias PN Makassar tidak berdaya.

“Buktinya bahwa ketua Pengadilan Negeri Makassar, Kemal Tampubolon menandatangani surat perintah eksekusi lahan meskipun Jentang tak pernah hadir di sidang PK dan masih berstatus buronan Kejati Sulsel,”terangnya.

Sementara Humas Pengadilan Negeri, Sibali mengatakan bahwa kasus Jentang ini memang seharusnya hukum tidak tebang pilih, jangan sampai hukum hanya tajam di bawah. Namun, pihak kejaksaan dan polisi harus berkoordinasi terhadap kasus tersebut.

“Karena hakim cuma memutuskan saja terkait dengan apa yang dihadapkan oleh jaksa dengan polisi. Karena itu adalah ranahnya pihak kepolisian dan jaksa, dan kami pihak pengadilan tidak mau terlalu jauh kesana,”jelasnya saat ditemui di Ruang Mediasi PN Makassar. (sul/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.