PKS Ingatkan Publik Tak Boleh Nyinyir Hasil Ijtima Ulama

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) baru-baru ini merekomendasikan Ketua Majlis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Assegaf dan Ustadz Abdul Somad (UAS) sebagai Cawapres Prabowo Subianto di Pilpres 2019, berdasarkan hasil ijtima ratusan ulama di Indonesia.

Para ulama bersepakat bahwa Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai Capres dan Salim Assegaf atau UAS sebagai Cawapres. Meski hasil ijtima itu bukanlah keputusan final, tetapi hasil tersebut bisa menjadi pertimbangan para partai koalisi dalam melihat kondisi bangsa saat ini.

Wakil Ketua Fraksi PKS Aboe Bakar Alhabsyi meminta agar publik tidak menyinyir hasil ijtima tersebut, karena putusan tersebut dilakukan oleh para ulama di bangsa ini. Meski begitu, Aboe Bakar mengakui berbeda pendapat dalam menanggapi hasil ijtima itu adalah sesuatu yang wajar.

"Saya melihat wajar kalau hasil ijtima ulama di tanggapi secara beragam. Namun jangan sampai nyinyir dengan hasil ijtima ulama. Karena ijtima ulama itu forum serius, yang hadir juga bukan orang sembarangan," kata Abie Bakar Alhabsyi lewat pesan singkatnya, Rabu (1/8).

Menurut politisi yang akrab didapa Habib ini, keistimewaan dari ijtima tersebut adalah kehadiran kyai Ma'shum dari Bondowo dengan kondisi sakit, tetapi meluangkan waktunya untuk mengikuti ijtima tersebut. Artinya, keputusan ini sangat berarti bagi kemaslahatan bangsa.

"Bahkan kalau diperhatikan, Kyai Ma’shum dari Bondowo bertekad hadir meskipun pakai selang infus dan tabung oksigen. Beliau bersemangat hadir dari pelosok timur jawa dengan kondisi sakit karena melihat ijtima’ ulama ini dipandang sebagai forum yang sangat penting," ucapnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : RBA


Comment

Loading...