Mendagri: Camat dan Kades Harus Tahu Gelas Pecah di Lingkungannya

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menghimbau kepada seluruh kepala desa (kades) maupun camat agar mampu melihat persoalan maupun ancaman bangsa dan negara. Termasuk terhadap kasus korupsi.

Tjahjo mengatakan, saat ini ada empat permasalahan yang menjadi ancaman bangsa. Pertama yakni radikalisme dan terorisme. “Hal itu bukan hanya tanggung jawab TNI Polri, tapi kita semua. Harus berani tentukan sikap, siapa kawan atau lawan,” ujarnya di Malang, Rabu (1/8).

Kedua yakni terkait narkoba. Menurutnya, peran Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) penting untuk mencegah masuknya hal negatif tersebut. Tantangan yang ketiga yakni masalah ketimpangan sosial.

Tjahjo mengatakan, angka kematian ibu hamil dan anak kurang gizi terbilang masih tinggi di lingkungan pedesaan. Oleh karena itu, perlu dukungan dari PKK untuk mengurangi angka ketimpangan sosial tersebut.

Terakhir, yakni masalah korupsi. Kasus korupsi, lanjut Tjahjo, harus benar-benar dicermati. Apalagi, tidak sedikit kepala daerah yang sudah ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akibat terjerat dalam kasus korupsi. “Hingga saat ini sudah ada 349 kepala daerah yang ditangkap, (rata-rata) urusan perencanaan anggaran,” kata dia.

Tjahjo melihat bahwa camat harus berperan menjadi koordinator dalam menjaga stabilitas daerah dan nasional. Camat bersama TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat harus mampu mendeteksi dini segala persoalan yang terjadi.

“Jika terjadi gelas pecah di lingkungannya, camat atau kades harus mampu mengetahuinya. Selesaikan di bawah kemudian memberi laporan secara berjenjang kepada bupati/gubernur di daerahnya,” pungkasnya.

(fis/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...