Kabupaten Cirebon Masuk Zona Merah Kekeringan dan Krisis Air Bersih, Ini Datanya – FAJAR –
Daerah

Kabupaten Cirebon Masuk Zona Merah Kekeringan dan Krisis Air Bersih, Ini Datanya

FAJAR.CO.ID, CIREBON – Kabupaten Cirebon masuk zona merah bencana kekeringan berdasarkan informasi dan rilis dari BMKG serta BPBD Provinsi Jawa Barat. Ada sekitar 15 kecamatan serta 12 ribu kepala keluarga yang rawan bencana kekeringan dan kekurangan air bersih.

Plt Kepala BPBD Kabupaten Cirebon H Eman Sulaeman mengatakan, berdasarkan data dari BMKG dan BPBD Provinsi Jawa Barat menetapkan Kabupaten Cirebon masuk zona merah kekeringan dan kekurangan air bersih.

“BPBD sudah mendapatkan surat dari BMKG dan BPBD Provinsi Jawa Barat. Isinya, kita termasuk zona merah yang rawan kekeringan. Puncaknya di bulan Agustus dan September,” ujarnya.

Bahkan menurut Eman, Kemendagri pun sudah menginstruksikan daerah termasuk Kabupaten Cirebon untuk bersiaga mengantisipasi kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan. “Sudah ada edaran dari Kemendagri yang menginstruksikan untuk siaga darurat kebakaran lahan dan hutan,” tuturnya.

Pihaknya masih menunggu surat dari BPBD Provinsi Jawa Barat untuk menerbitkan surat siaga darurat bencana kekeringan.

“Makanya, kami masih menunggu satu lagi surat dari BPBD Provinsi Jawa Barat. Karena hasil rakor kemarin sudah ada kesepakatan bahwa nanti akan diterbitkan siaga darurat bencana kekeringan dan air bersih oleh BPBD Provinsi Jabar dan nanti akan diikuti kabupaten kota lainnya,” jelasnya.

Masih menurut Eman, pihaknya akan segera menindaklanjuti hasil rakor bencana di tingkat Provinsi Jawa Barat kepada para SKPD di lingkungan Pemkab Cirebon. Dia akan mengundang instansi dan SKPD terkait, seperti Damkar, Lingkungan Hidup, PDAM, Dinsos, PUPR, dan TNI serta Polri. Tujuannya, untuk menindaklanjuti bahaya kekeringan, kekurangan air bersih dan kebakaran hutan maupun lahan.

Eman mengatakan, ada sekitar 15 kecamatan di Kabupaten Cirebon yang terdampak kekeringan. Kemungkinan bisa bertambah karena pantauan BMKG, di Kabupaten Cirebon sudah 56 hari tidak turun hujan. Ini agak rawan, seperti Klangenan, Waled, Arjawinangun, Susukan, sawah yang terancam kekeringan sekitar 5.000 hektare. “Sedangkan untuk KK yang terancam kekurangan air bersih ada sekitar 12 ribu KK yang tersebar di seluruh Kabupaten Cirebon,” ujarnya.

Berbagai daerah di Kabupaten Cirebon saat ini sudah menunjukkan adanya tanda-tanda kekeringan. Contohnya embung yang sudah tidak ada airnya, sungai-sungai di wilayah timur sudah pada kering kerontang, sehingga perlu adanya antisipasi siaga darurat bencana.

“Kita koordinasi dengan PDAM dan LH. Siap manakala ada daerah yang kekurangan air bersih, ketika sumur kering segera laporkan kepada kami,” ujarnya. (den/RC)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!