BNNK Surabaya Bongkar Peredaran Sabu Jaringan Lapas

FAJAR.CO.ID, SURABAYA - Tiga orang pengedar sabu-sabu yang ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNNK) Surabaya saling kenal. Kendati dua jaringan berbeda, tetapi mata rantai mereka saling kenal. Bahkan mereka saling membutuhkan.

Kepala BNNK Surabaya AKBP Suparti menjelaskan, tersangka Hari dan Bayu terbiasa untuk saling mengisi. "Meskipun dikendalikan dari dua Lapas berbeda, dua orang ini menjalin komunikasi. Biasanya kalau kehabisan stok, minta punya temannya," jelas Suparti, Senin (6/8).

Kadang kala, pasokan sabu-sabu jaringan Hari yang dikendalikan dari Lapas Pamekasan tersendat. Pelanggan Hari sudah memesan serbuk haram tersebut, tapi belum tersedia. Maka kemudian, tanpa sungkan Hari akan meminta stok sabu-sabu yang dijual oleh Bayu.

"Begitu pula sebaliknya. Jadi mereka tetap bisa jualan walaupun pasokan dari bandarnya belum dikirim," imbuh mantan Kassubaghumas Polrestabes Surabaya tersebut.

Khusus untuk Hari, dia tergolong pengedar kelas kakap. Selain punya anak buah bernama Sigit alias Cuki, dia juga menjadi gerbang masuk jaringan pengedar di kota-kota lain.

Setiap kali paket sabu-sabu dikirim, Hari biasanya mendapat jatah sebesar 1 ons. Sabu-sabu itu kemudian dibagi-bagi lagi ke plastik-plastik kecil. Hari akan memberikan sabu-sabu ke temannya sesama pengedar yang bertugas mengedarkan ke Gresik, Sidarjo, dan beberapa kota lain.

"Dia (Hari), kebagian mengedarkan sabu-sabu di Surabaya ini sekitar 20 gram saja," ungkap Suparti.

Untuk pengembangan selanjutnya, BNNK Surabaya akan berkoordinasi dengan dua lapas yang dihuni bandar pengendali jarigan tersebut. Mereka adalah Valen di Lapas Pamekasan dan Yuli yang ditahan di Lapas Madiun.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono


Comment

Loading...