Bupati Gowa akan Tutup Jalur Pendakian Gunung Bawakaraeng, Ini Alasannya

FAJAR.CO.ID, GOWA - Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan berencana untuk menutup sementara jalur pendakian Gunung Bawakaraeng di Kecamatan Tinggimoncong.

Rencana itu dikemukakan Adnan saat tampil memberikan sambutan pada Seminar dan Kaduppakang Gunung Bawakaraeng yang berlangsung dua hari di Istana Tamalate kompleks Museum Istana Balla Lompoa, Sungguminasa, Senin (6/8).

Dalam seminar yang digelar Pemerintah Kabupaten Gowa bersama Forum Intelektual Selatan Sulawesi (FISS) Parimpungan Anak Gowa dan Kriyaw Pecinta Alam ini membahas bersama tentang kondisi Gunung Bawakaraeng sekarang dan upaya penyelamatan dari kerusakannya.

Adnan mengarahkan agar dilakukan pembenahan yang dimulai dengan pembersihan gunung.

“Karena itu saya punya pemikiran sebaiknya kita tutup dulu Bawakaraeng, lalu kita turunkan sampahnya, lakukan pembersihan dan penghijauan, tanami kembali tanahnya dengan pohon, baru dibuka kembali tapi tetap kita harus jaga Bawakaraeng,” kata bupati yang tengah menjalani perkuliahan program doktoral ilmu hukum ini.

Adnan berharap kedepannya Gunung Bawakaraeng mampu menjadi magnet yang mengundang orang untuk berkunjung ke Gowa.

“Tentu kami berharap dengan adanya seminar seperti ini bisa menempatkan Gunung Bawakaraeng sebagai heritage yang membanggakan, dan orang tertarik mengunjungi Kabupaten Gowa,” harapnya lagi.

Seminar yang mengusung tema ‘Kembalikan Kedudukan Gunung Bawakaraeng’ ini menimbulkan keprihatinan tersendiri bagi Adnan. Dia pun mengingatkan peristiwa longsornya dinding Gunung Bawakaraeng pada 2004 silam.

Longsornya dinding gunung yang berada di batas Kabupaten Gowa dan Sinjai ini salah satu penyebabnya karena kondisi gunung yang mudah erosi disebabkan tidak terjaganya ekosistem yang ada.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono


Comment

Loading...