Satu Keluarga Tewas Terbakar di Makassar, Diduga Ada Motif Pembunuhan Berencana

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR-  Satu keluarga dilaporkan tewas terpanggang api,setelah sebuah rumah di jalan Tinumbu, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada Senin (8/6), mengalami  kebakaran hebat.

Satu keluarga yang menjadi korban amukan si jago merah itu antara lain, pemilik rumah H Sanusi (70), istrinya Hj Bodeng (65), anak perempuannya Musdalifa (30), serta cucunya Fahril (25), Namira Ramadina (21) dan Hijas (2,5).

Kebakaran yang terjadi pada dini hari sekitar pukul 03:45 WITA itu, diduga kuat bermotif pembunuhan berencana. Pihak keluarga korban meminta kepolisian agar mengungkapkan kasus tersebut karena terdapat beberapa kejanggalan.

“Kami minta polisi secara serius menyelidiki kasus kebakaran ini, sebab ada beberapa keganjilan yang kami rasa tidak wajar, korban saat ditemukan terluka parah, ada sayatan besar pada bagian perut,” ungkap perwakilan keluarga Irwan di rumah duka, seperti dilansir FIN.co.id, Senin (6/8).

Tidak hanya itu, keluarga menduga kebakaran tersebut bukan diakibatkan oleh korsleting listrik, tetapi ada unsur kesengajaan dilakukan orang tertentu yang menaruh dendam pada salah seorang korban, yakni Fahril (25) terkait utang piutang.

“Jujur saja, Desta (Fahril-red) memang punya masalah dengan orang, dia juga sering pinjam uang untuk membeli narkoba. Waktu kejadian subuh itu banyak orang di rumah tante saya seperti mengepung, itu disampaikan Namira sebelum meninggal kepada pacarnya melalui pesan,” ungkap Irwan.

Pria yang akrab disapa Bojes ini menuturkan, sempat terjadi percakapan Namira bersama pacarnya segera meninggalkan rumah karena banyak orang mengepung rumahnya dengan membawa senjata tajam. Namun korban sempat menyampaikan tidak bisa keluar sebab pintu dikunci dari luar.

“Tidak sempat keluar menyelamatkan diri karena pintu dan pagar dikunci dari luar itu pesan kepada pacarnya. Api juga langsung membesar sehingga korban semuanya tidak bisa menyelamatkan diri,” beber dia.

Kejanggalan lain, terdapat pada korban yakni H Sanusi saat ditemukan, dirinya melihat langsung terdapat luka sayatan cukup besar pada bagian perut hingga sebagian organ tubuh keluar. Sedangkan Fahri ditemukan lehernya terlilit kawat di dekat dapur sehingga saat dievakuasi kawat harus dipotong.

“Pernah dikeroyok anak itu (Fahril), orang tuanya tahu punya masalah hutang, tapi salahnya tidak dilaporkan ke polisi alasannya takut anaknya juga ditangkap,” katanya.

Bahkan sebelum kejadian malam itu ada orang mencari korban Fahril akrab disapa Desta ini di rumahnya. Orang tuanya mengatakan sedang tidur, dan menanyakan ada keperluan apa, ternyata orang itu tidak bilang apa-apa, tetapi sepertinya memastikan korbannya tidak lari.

Sekitar pukul 02.00 WITA mereka datang kembali dengan berjumlah puluhan orang serta membawa senjata tajam, anak panah, ketapel dan senjata rakitan jenis papporo ke rumah korban

Ternyata Fahril tahu sedang dicari orang lalu memilih bersembunyi lebih awal di rumah kakeknya H Sanusi, rumah itu hanya berjarak 50 meter dari rumahnya.

“Bapaknya bilang segera membayar hutang anaknya, tapi para pelaku ini bilang tidak menginginkan uang, tetapi mana anakmu, kasih keluar sini. Ada informasi Desta (Fahril) di rumah kakeknya, mereka langsung bergerak kesana, beberapa saat kemudian rumah itu pun terbakar,” beber Irwan.

Saat kebakaran terjadi warga melihat sosok pria melompat dari jendela ketika sijago merah menyapu rumah itu, warga berfikir itu Fahril berhasil selamat, namun saat api padam, korban ditemukan terakhir terikat kawat di bagian lehernya sehingga harus dipotong menggunakan tang untuk dievakuasi.

Di tempat terpisah, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Irwan Anwar akan mendalami semua informasi mengenai dugaan adanya pembakaran rumah yang mengakibatkan satu keluarga meninggal dunia.

“Setiap informasi sekecil apapun akan kami dalami dan anggota sekarang sedang bekerja mengungkap fakta dalam kebakaran itu,” ujar Kombes Pol Irwan Anwar  kepada awak media di Rumah Sakit Bayangkara tempat para korban di autopsi.

Kendati demikian, Irwan mengatakan banyak informasi liar yang beredar di kalangan keluarga dan para tetangga korban kebakaran, bahwa insiden kebakaran diduga kasus pembunuhan karena sehari sebelumnya korban Fahril sempat dikeroyok oleh puluhan orang.

Irwan menyatakan informasi mengenai dugaan unsur kesengajaan dalam musibah kebakaran tersebut menjadi perhatian polisi untuk diungkap sesuai dengan faktanya.

“Informasi itu pastinya menjadi perhatian dan beberapa saksi juga sudah dimintai keterangannya oleh penyidik. Proses penyelidikan sedang berjalan,” ucapnya menegaskan. (**)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...