Ternyata Ini yang Meminta SYL Jadi Staf Ahli Presiden

Senin, 6 Agustus 2018 - 09:25 WIB
Pemberantasan Korupsi. (dari kiri) Ketua KPK Abraham Samad dan Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo memberikan paparan saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (2/12). KNPK digelar dalam rangka mendorong komunikasi keterlibatan pemangku kepentingan dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berintegeritas, meningkatkan kesadaran dan pemahaman publik terhadap tata kelola pemerintahan, sehingga publik dapat berpartisipasi dalam upaya pencegahan korupsi. Republika/Wihdan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Mantan Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengatakan, pengangkatan Syahrul Yasin Limpo (SYL) sebagai staf ahli Presiden Jokowi merupakan keinginan langsung Kepala KSP, Moeldoko.

Menurut dia, sosok SYL yang pernah menjadi Gubernur Sulsel dua periode adalah aset yang dibutuhkan negara. Istana menyayangkan jika SYL tak mendapat posisi jabatan pemerintahan di tingkat nasional.

“Kalau orang berkualitas seperti Pak Syahrul tidak dipakai itu kerugian yang besar dan KSP membutuhkan itu (SYL),” kata Ngabalin didampingi Sekretaris DPW Nasdem Sulsel, Syaharuddin Alrif, di di Coffeeholic Sija, Makassar, Minggu (5/8/2018).

Sebelumnya, SYL digadang-gadang menjabat Deputi Kantor Kepala Staf Kepresidenan. Namun mantan bupati Kabupaten Gowa tersebut masih menunggu izin atau petunjuk dari DPP Partai Nasdem sebelum memutuskan mengganti Ngabalin di Istana. (taq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.