Ekspansi Tenaga Kerja Tiongkok Cuman Hoaks


JAKARTA – Aksi taktis menepis isu serbuan tenaga kerja Tiongkok dilakukan Kantor Staf Presiden. Klarifikasi jawaban isu dilakukan dengan melibatkan PT Indonesia Morowali Industrial Park dan media. Hasilnya, jumlah tenaga kerja asing di perusahaan minor dan memenuhi aspek legal.“Isu-isu soal tenaga kerja asing itu sudah biasa. Padahal, setelah dicek kondisinya di lapangan itu tidak ada. Semua sesuai dengan regulasi. Artinya, informasi yang muncul selama ini memang tidak berdasar dan akurasinya tidak ada,” ungkap Kepala Staf Presiden Moeldoko, kemarin.Pembuktian fakta tersebut sudah dilakukan pada Selasa (7/8). Lokasinya berada di Kantor Staf Presiden, Bina Graha. Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Moeldoko. Hadir juga Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri juga Kepala BKPM Thomas Lembong. Ada juga Deputi Bidang Infrastruktur Kemenko Maritim Ridwan Djamaluddin, Dirjen Perhubungan Laut Kemhub Agus Purnomo, hingga Direktur Utama PT Pelindo IV Doso Agung.“Kami libatkan semua. Tujuannya agar semuanya jelas,” ujarnya.Untuk mendapatkan fakta akurat, video conference dilakukan dengan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Yang berbicara CEO PT IMIP Alexander Barus. IMIP juga didampingi para jurnalis media nasional yang sedang berada pada kawasan industri tersebut di Sulawesi Tengah. Video conference juga melibatkan Dirjen Imigrasi Ronny Sompie yang berada di Kuala Lumpur, Malaysia.“Semua sektor terkait ketenagakerjaan dihadirkan semuanya. Ada juga teman-teman media di lokasi. Mereka juga bisa menjelaskan secara langsung apa yang sedang terjadi,” kata Moeldoko lagi.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...