Lempar Mobil Pengunjung PTB Maros, Tiga Pemuda Diamankan Polisi

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAROS— Tiga pemuda asal Pakere Kecamatan Simbang diamankan Polsek Turikale setelah merusak dua unit mobil dan rumah warga serta Pos Polisi di kawasan Kuliner Pantai Tak Berombak (PTB), Selasa 7 Agustus.Mereka adalah Indra (22), Dedy (21) dan Dandi (22).

Ketiganya dibekuk saat tengah melempar rumah seorang warga di Labuang, Turikale, Ansar. Panit I Polsek Turikale, Ipda Alfian mengatakan sebelum ketiganya ditangkap Polsek Turikale, ketiga pelaku tengah berpesta minuman keras (Miras) jenis ballo di area PTB.Para pelaku yang berada dibawah pengaruh minuman keras ini kemudian mengambil batu dan melempar pos polisi.

“Jadi setelah melempar, pelaku boncengan tiga dengan mengendarai motor Yamaha Mio Sporty warna putih DD 3403 HQ menuju ke eks Terminal Marusu. Kemudian saat tiba di eks terminal, pelaku kemudian berhenti dan mengambil batu, selanjutnya melempar rumah dan mobil korban,” jelasnya.

Lemparan para pelaku ini pun mengenai jendela rumah dan kaca mobil yang parkir di garasi.Usai melempar, Dandi yang bertugas membonceng langsung tancap gas menuju ke rumah korban ketiga, di daerah Labuang.

“Jadi saat berada di depan rumah korban ketiga, pelaku berhenti dan mengambil batu di tepi jalan dan kemudian melempar rumah dan mobil Ansar yang sementara parkir di garasi,” katanya.

Usai menjalankan aksinya,lanjutnya para pelaku berusaha melarikan diri.”Setelah melancarkan aksinya di rumah korban ketiga, pelaku berusaha melarikan diri. Tetapi warga yang melihatnya, langsung mencegat pelaku dan mengamankannya,” jelasnya.

Setelah mengamankan ketiganya, warga kemudian menghubungi polisi dan menyampaikan hal tersebut.”Saat sementara di amankan warga, tiba-tiba Dandi tancap gas hendak melarikan diri. Tetapi upayanya untuk kabur gagal. Pelaku malah jatuh ke aspal, setelah ban motornya slip,” katanya.

Hal ini pun membuat warga kesal dan hendak dikeroyok warga. Namun beruntung saat warga ingin mengeroyok pelaku, polisi tiba di lokasi dan menggiring ke Mapolsek Turikale.Sedangkan, seorang pelaku, Dandi mengaku apa yang dilakukannya hanya iseng-iseng saja.

“Setelah mabuk, kami lempar pos Polisi, baru ke terminal (eks). Setelah itu kami ke Labuang. Kami tidak kenal dengan korban. Hanya pengaruh ballo saja,” katanya.

Mereka juga bersedia menjalani ancaman hukuman yang dikenakan polisi minimal lima tahun penjara.Kini para pelaku tengah ditahan di sel tahanan Mapolsek Turikale, untuk proses penyidikan lebih lanjut. (Rin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...