Relawan Jokowi Sesalkan Gaya Kampanye Muhtar Ngabalin yang Gunakan Kata Lawan dan Libas


FAJAR CO.ID, JAKARTA– Akhir akhir ini suhu politik dalam negeri semakin panas. Bahkan potensi terjadinya perpecahan anak bangsa sudah terasa sedemikian kuatnya.

Sebagai Relawan yang juga Pendiri Group We Love Jokowi (WLJ) pada awal tahun 2013 lalu, Ali Sa’roni menyesalkan adanya gaya gaya kampanye yang provokatif, seperti penggunaan kata Lawan, Libas, dan sebagainya

“Kita memang sedang memasuki tahun politik. tapi perlu diingat, bahwa politik kita itu narasinya adalah narasi kebangsaan, bukan narasi perang yang saling berhadap hadapan,” kata politisi muda Ali Sa’roni.

Ia menambahkan, memang relawan Jokowi sedang berusaha agar Jokowi bisa memimpin kembali Negara untuk periode kedua, 2019 – 2024. Tapi harus menggunakan cara cara yang santun, mengutamakan persatuan, membangun persaudaraan, dan memakai bahasa yang enak didengarkan.

“Tak perlu kita menggunakan kata Lawan, Libas dan sebagainya seperti kata kata Bang Ali Muhtar Ngabalin. karena kita mendukung Jokowi ini atas dasar keyakinan bahwa Jokowi bisa memperbaiki Negara kita. bukan sebatas ingin mempertahankan tahta”, kata sekjen Partai Rakyat Berdaulat ini.

Lebih lanjut, Ali yang juga Politisi PPP ini juga mengatakan bahwa Relawan jangan salah menerjemahkan Pidato Jokowi di Forum Rapat Umum Relawan Jokowi di Sentul kemarin.

Menurutnya, Kalimat Jokowi yang mengatakan Relawan harus berani ketika ada yang mengajak berkelahi, itu jangan diartikan dengan Relawan Harus Berkelahi ketika diajak berkelahi.

“Kalimat Jokowi itu jelas. jangan membangun permusuhan, jangan membangun ujaran ujaran kebencian, jangan membangun fitnah fitnah, tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang lain, tapi kalau diajak berantem juga berani” kata dia.

Kalimat Presiden itu jelas. bahwa kita harus santun, menjaga persatuan dan kesatuan. kalimat “Kalau diajak berantem juga berani ini jangan diartikan bahwa ketika ada yang ngajak berantem, kita harus berani melawan dengan berantem” lanjutnya

“Di Jawa ada istilah Nglurug tanpo bolo menang tanpo ngasorake Mendatangi orang yang memusuhi dengan berani datang sendirian. Dan menang itu tidak harus mempermalukan lawan.

Disitulah letak makna Berani Berani menghadapi lawan yang mengajak ribut atau berkelahi dan memenangkan pertarungan itu tidak harus saling memukul, saling melukai, dan saling menjatuhkan. Namun bisa dengan dialog persuasif dan membangun rasa saling mengerti dan saling memahami. itulah makna ‘berani’ yang harus kita fahami dari Pidato Presiden Jokowi.

Sebelumnya diketahui viral video Ali Muhtar Ngabalin bersama Komunitas Anak Bangsa yang menggunakan simbol Lanjutkan, Lawan, Libas untuk memenangkan Jokowi 2 Periode.(af)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...