Dipilih Jadi Cawapres, Ma’ruf Amin: Pak Jokowi Menghargai Ulama NU

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA ‎- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin berbicara pertama kalinya setelah dipilih oleh Joko Widodo (Jokowi) menjadi cawapresnya.

Ma’ruf Amin mengucapkan rasa syukurnya kepada Allah karena telah dipilih oleh Jokowi menjadi pendampingnya. Bahkan tidak menyangka dirinya bakal ikut kontestasi di Pilpres 2019 mendatang,

“Tentu saya bersyukur pada Allah, alhamdulillah tanpa saya duga dipilih jadi cawapres Jokowi,” ujar Ma’ruf Amin di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (9/8).

‎Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini juga berharap, semoga bisa terpilih menjadi kepala negara, dan bisa mendampingi Jokowi dalam menjalankan tugas-tugas kenegaraan selama lima tahun mendatang.

“Mudah-mudahan bisa nanti sampai terpilih dan menjalankan tugas-tugas menjadi kewajiban dalam rangka membantu presiden,” katanya.

Menurut Ma’ruf Amin, pemilihan dirinya ini memberikan penghargaan dari Nahdlatul Ulama (NU). Sebab dirinya tidak akan dipilih menjadi cawapres apabila bukan karena menjabat sebagai Rais Aam PBNU.

“Jadi itu artinya Pak Jokowi menghargai ulama NU. Ini harus dibalas para ulama NU dengan mendukung beliau,” ungkapnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menunjuk Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma’ruf Amin sebagai pendampingnya di Pilpres 2019 mendatang.

Alasan Jokowi memilih Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu karena dia adalah tokoh agama dengan segudang pengalamannya di pemerintahan dan juga sebagai anggota dewan.

Misalnya kata dia, Ma’ruf Amin pernah menjabat sebagai anggota DPRD, DPR, MPR, Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres). Bahkan saat ini menjabat sebagai Rais Aam PBNU, Ketua MUI, dan Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Jokowi mengatakan sosok dirinya dan Maruf Amin adalah perpaduan nasionalis dan religius. Sehingga target merebut hati rakyat Indonesia sebanyak-banyaknya bakal ia lakukan.

Dalam memilih Ma’ruf Amin dikatakan Jokowi sudah melalui proses yang panjang. Misalnya meminta masukan dari elemen masyarakat dan juga dari partai-partai koalisi pendukungnya di Pilpres 2019 mendatang‎. (gwn/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...