Kata Pertamina, Ini Penyebab Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Mamasa

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAMASA – PT Pertamina mempertanyakan terjadinya kelangkaan tabung Elpiji 3 Kg di Kabupaten Mamasa. Pasalnya, jika mengacu pada Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) nomor 26 tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Liquefied Petroleum Gas (LPG), tabung gas elpiji 3 kg tersebut diperuntukkan bagi warga miskin dan berpenghasilan rendah.

Sedangkan jumlah penduduk miskin sesuai data dari situs Badan Pusat Statistik (BPS) di Mamasa sebanyak 21.430 jiwa atau 5.357 kepala keluarga. “Kalau mengacu pada data itu, maka perhitungan rata-rata pengguna elpiji bersubsidi itu sebanyak 4 orang tiap kepala keluarga,” ujar Area Manager Communication and Relations PT Pertamina MOR VII Sulawesi, M Roby Hervindo, Kamis 9 Agustus, malam ini.

Lebih jauh, kata M Roby Hervindo, kalau melihat data tersebut dengan jumlah penyaluran elpiji 3 Kg ke Kabupaten Mamasa tiap bulan sebanyak 41.120 tabung maka itu mustahil terjadi. “Jika mengacu pada jumlah keluarga penduduk miskin dan rata-rata penyaluran per bulan, maka tiap keluarga miskin perhitungannya mendapat 7 tabung elpiji 3 Kg per bulan. Ini lebih dari cukup, karena rata-rata pemakaian sebulan sebanyak 1-2 tabung,” jelasnya.

Olehnya itu, adanya informasi kekurangan elpiji 3 Kg di Mamasa patut ditenggarai akibat terjadinya penyalagunaan. “Artinya masyarakat yang mampu di Mamasa ikut terut serta menikmati elpiji 3 Kg dimana notabene diperuntukan bagi warga miskin atau berpenghasilan rendah,” tegasnya. Ditambahkannya, apabila pihak pemerintah daerah ingin meminta penambahan kuota, maka pemerintah daerah harus mengajukan usulan kuota gas elpiji 3 Kg ke Pemerintah Provinsi (Pemprov).

”Pihak Pertamina siap menindaklanjuti jika sudah ada keputusan dari pemerintah,” ungkapnya. (*/parepos)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...