Kejati Tahan Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Kantor Kemenag Aceh


FAJAR.CO.ID, BANDA ACEH – HS, tersangka dugaan korupsi dalam perencanaan pembangunan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh resmi ditahan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, Kamis (9/8). HS merupakan Direktur Utama PT Supernova, sebagai rekanan dalam pembangunan kantor tersebut.“Yang kita bawa (tahan) itu Direktur Utama PT Supernova. Kasus dugaan korupsi pada Kanwil Kemenag Aceh,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas (Kasipenkum) Kejati Aceh, Munawal Hadi di Banda Aceh, Kamis (9/8).Munawal mengatakan, dugaan korupsi pada Kanwil Kemenag Aceh ini berjumlah Rp 1, 1 miliar. Jumlah itu, lebih dari pagu Rp 1,2 miliar yang bersumber dari APBN 2015. Penahanan HS ini, dilakukan sesuai dengan KUHAP Pasal 21 ayat 1.“Kerena dikhawatirkan tersangka akan melarikan diri, menghilangkan alat bukti dan mengulangi perbuatan yang sama,” ujarnya.Kejati Aceh tidak menyebutkan berapa total kerugian negara dalam perkara ini. Namun, penilaian hanya berdasar pada kerugian total atau total loss sesuai dengan pagu anggaran perencanaan pembangunan kantor yang dimaksud. “Iya, total loss,” sebutnya.Munawal mengungkapkan, Kejati Aceh mengaku sudah memiliki dan mengantongi alat bukti keterlibatan HS dalam perkaran ini. Sehingga, Kejati Aceh memutuskan untuk menahan tersangka HS meski besaran kerugian negara belum diketahui.Diketahui, ada dua tersangka yang telah ditetapkan oleh Kejati sebagai tersangka dalam perkara ini. Kedua tersangka itu adalah, Y selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemenag Aceh dan HS selaku Direktur Utama PT Supernova. Namun baru HS yang sudah dieksekusi. “Bersabar dulu ya,” terang Munawal.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar