Satpol PP Maros Tertibkan Pedagang yang Jualan di Trotoar

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAROS – Aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros, menertibkan puluhan lapak pedagang kaki lima yang menjual buah-buahan di sepanjang jalan poros Makassar-Maros, Tepatnya di depan Perumahan Haji Banca, Lingkungan Maccopa, Kecamatan Mandai, Maros, Kamis (9/8).

Penertiban tersebut, dilakukan karena lapak pedagang sebagian besar menggunakan trotoar yang ada di pinggiran jalan. Hal tersebut, menggangnggu bagi pengguna jalan atau pejalan kaki.

Kepala Bidang Penegak Perda, Satpol PP Kabupaten Maros, Jamaluddin mengatakan, penertiban lapak PKL ini dilakukan karean dianggap selalu menimbulkan kemacetan dan mengganggu pengguna jalan.

“Kami melakukan penertiban ini, karena lapak pedagang telah menganggu kecamatan di jalan. Karena sebagian pembeli buah biasanya memarkir kendaraannya di pinggir jalan bahkan biasanya mengambil sebagian badan jalan,” katanya.

Kemacetan terparah kadang terjadi pada jam-jam pulang kerja. Menurutnya penertiban ini dilakukan karena para pedagang membangun kios dengan membuggunakan trotoar.

“Kami tertibkan, karena memang mereka membangun kios diatas trotoar. Padahal itu sama sekali tidak bisa digunakan untuk menjual. Karena selain kemacetan, trotoar itu diperuntukkan bagi pejalan kaki,” katanya.

Jamaluddin menambahkan, penggunaan bahu jalan dan trotoar untuk berjualan dianggap melanggar Perda no 6 Tahun 2006 tentang penetiban PKL.

Didalam Perda itu disebutkan, bagi pemilik kios dan lapak yang melanggar aturan, dan mendirikan bangunan di atas trotoar dan bahu jalan, akan dituntut 3 bulan kurungan penjara dan denda Rp50 juta.

“Untuk saat ini kami hanya memberikan sosialisasi dulu dan memberikan sedikit pemahaman kepada pemilik lapak atau kios. Karena sudah beberapa kali diberikan memberitahukan danenertibkan, akan tetap hanya berselang beberapa bulan, mereka kembali lagi mengeluarkan dagangannya di trotoar,” jelasnya.

Sementara seorang pedagang buah, Dewi mengatakan, ia mengeluarkan dagangan nya kembali ke trotoar, karen dia hanya meniru dan ikut-ikutan seperti yang dilakukan oleh pedagang yang lainnya.

“Kenapa saya kasih keluar dagangan ku ke depan di trotoar, karena saya pedagang lain juga menjual disitu. Karena saya fikir kalau dibelakang jualanku saya simpan tidak terlihatki, sehingga tidak ada pembeli. Kalau memang ingin di tertibkan semuanya haru di tertibkan. Saya bersedia untuk mundur, kalau memang kami diminta mundur, tapi pedagang yang lain mestinya juga harus mundur seperti saya,” tutupnya.(Kontributor: Syamsir/parepos)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...