Semua Bacaleg di Dapil 11 Digugurkan, Ini Komentar NasDem Sulsel

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Selatan telah melakukan verifikasi berkas perbaikan Bakal Calon Legislatif (Bacaleg), dari setiap Partai Politik (Parpol). Dari hasil verifikasi tersebut, KPU Sulsel diketahui menggugurkan bacaleg yang tidak sesuai syarat.

Namun yang menarik dari hasil verifikasi KPU Sulsel yakni pengguguran bacaleg NasDem di dapil 11 Sulsel. KPU Sulsel bahkan menggugurkan seluruh Bacaleg Partai NasDem untuk tingkat DPRD Provinsi di Daerah Pemilihan (Dapil) 11 Sulsel.

KPU Sulsel mencoret seluruh Bacaleg NasDem Dapil 11 karena ada satu Bacaleg perempuan atas nama Musda Mulia yang dinyatakan berkasnya Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Sehingga, kuota perempuan tidak mencukupi 30 persen sesuai dengan Peraturan KPU.

“Iya benar, ada satu dapil yaitu di Dapil 11 yang dinyatakan TMS karena ada satu perempuan yang tidak memenuhi syarat. Itu menyebabkan tidak memenuhi syarat shifternya sehingga, di dapil itu digugurkan,” pungkas Humas KPU Sulsel, Asrar Marlang saat dikonfirmasi, Kamis (9/8).

Sementara itu, Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulsel, Syaharuddin Alrif, berkas Musda Mulia dinyatakan tidak memenuhi syarat hanya karena persoalan satu lembar surat saja.

“Jadi yang di Dapil 11 itu atas nama Musda Mulia, semua berkasnya lengkap. Yang dibutuhkan pada saat pengajuan berkas itu adalah surat keterangan dari pengadilan, bahwa terdaftar sebagai pemilih dan surat keterangan dari pengadilan bahwa tidak terpidana,” ungkapnya.

Lebih lanjut kata Syahar, kedua surat tersebut dua-duanya sudah ada dan dipenuhi. meski tidak ditampiknya salah hingga batas akhir, hanya satu berkas yang dimasukkan.

“Dengan masuknya surat dari Pengadilan kami anggap sudah ada. Karena dilihat sudah ada salah satunya, maka diambillah satu dan disimpan,”

Namun pada saat diverifikasi oleh KPU ternyata berkas itu dikatakan tidak ada, maka dijawab oleh LO kami bahwa itu ada cuma dianggap salah satunya sudah mewakili. “Tapi saat diminta, berkas bisa kita adakan, tapi sudah terlambat,” kesal Syahar. (NHN/inikata)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...