PPP Sebut Mahfud MD Hanya Seorang Seleb-twitt – FAJAR –
Pilpres 2019

PPP Sebut Mahfud MD Hanya Seorang Seleb-twitt

Mahfud MD

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Nama Mahfud MD sempat menguat sebagai Calon Wakil Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019. Namun, nama Mahfud MD hilang di meja Jokowi jelang deklarasi Capres-Cawapres.

Publik dikejutkan dengan keputusan Jokowi yang menunjuk Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin sebagai Cawapresnya. Padahal, Mahfud MD sendiri sudah mengurus berkas dan menjahit pakaian untuk deklarasi bersama Jokowi sebaga Cawapres.

Saat dekalarasi, Mahfud MD diketahui berada di samping Rumah Makan Plataran, Menteng. Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy mengakui tidak mengetahui posisi Mahfud MD yang berada di samping rumah makan Plataran.

“Saya pribadi baru sempat bertelepon dengan pak Mahfud semalam setelah pengumuman di restoran. Saya baru akan bertemu beliau di beberapa kesempatan ke depan. Saya gak tahu, kalau memang ada kehadiran beliau, barangkali kita ajak gabung juga untuk menunjukkan kebersamaan,” kata Romahurmuziy kepada awak media di Kantor KPU, Jumat (10/8).

Politisi yang biasa disapa Romy itu menuturkan, nama Mahfud MD menguat hanya di media sosial, karena beliau sendiri adalah seorang selebtwitt, jadi hanya dikalangan netizen yang menginginkan beliau mendampingi Jokowi.

“Itu mungkin versi netizen, karena Pak Mahfud kan seorang selebtwit dibanding Pak Ma’ruf kan yang tidak punya akun Medsos sama sekali,” ucapnya.

“Jadi harapan netizen memang kita hormati, tapi sekali lagi pertimbangannya bukan hanya harapan netizen, bukan hanya survey elektabilitas, bukan harapan orang perorang, tapi mempertimbangkan seluruh aspek,” sambungnya.

Dikatakan Romy, dirinya pernah menyampaikan jika pertimbangan seseorang menjadi Cawapres lebih pada kecocokan atau seirama dengan Presiden dan partai pendukung. Selain itu, elektability menjadi satu faktor utama dalam memilih pendamping juga.

“Saya pernah sampaikan bahwa aspek penilaian Cawapres Jokowi, pertama adalah persoalan kecocokan atau seirama penerimaan Presiden di dalam penerimaan kerja lima tahun ke depan. Kedua adalah acceptability Parpol pengusung, karena di dalam Pilpres, UU memberikan hak demokrasi kepada calon pengusung untuk mencalonkan sehingga acceptability Parpol menjadi mutlak dalam konteks ini,” jelasnya.

Meski begitu, partai pengusung Jokowi akan meminta kesediaan Mahfud MD untuk masuk dalam tim kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Kita tentu memohon kesediaan beliau. Komunikasi terus dilakukan dan pada saatnya nanti akan dijawab beliau,” tutup Romy. (Aiy/Fajar)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!