Maju Cawapres, Dirjen Otda: Sesuai Aturan Sandi Tak Harus Mundur


FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Keputusan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno untuk maju menjadi Calon RI 2 dan memutuskan mundur dari jabatannya menjadi pro kontra di masyarakat. Pasalnya, Sandi baru menempati kursi Wagub DKI selama kurang lebih 11 bulan.Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Soni Sumarsono menyatakan sebenarnya Sandi tidak perlu berhenti dari jabatannya jika ingin maju sebagai calon pedamping Prabowo Subianto.”Kan ada aturannya, Pak Sandi tidak harus mundur sebenarnya dan juga kalau mau diizinkan nyalon nanti ketika di KPU sampaikan saja pernyataan saya mengundurkan diri, cukup itu,” terangnya saat dihubungi, Sabtu (11/8).Soni menjelaskan Sandi akan sah mengundurkan diri untuk berhenti dari jabatannya jika prosesnya telah sampai di DPRD yang nantinya akan mengeluarkan berita acara. Setelah dari DPRD akan ditembuskan ke Gubernur lalu ke Kemendagri yang berarti prosesnya berhenti bukan mengundurkan diri.”Kalau sekadar pernyataan, posisinya setelah SK keluar. Soalnya perlu diketahui beda pengunduran diri dan berhenti. Pengunduran diri itu nonaktif sebenarnya sama dengan kayak cuti di luar tanggungan negara,” terangnya.Proses ini, lanjut Soni, berbeda dengan Joko Widodo saat ingin hijrah ke kursi RI 1 dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Pasalnya aturannya pun diperbahui, dan keputusan Sandi untuk berhenti dari jabatannya menurutnya murni karena pilihannya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...