Hipertensi Picu Serangan Jantung 8 Kali Lebih Tinggi – FAJAR –
Kesehatan

Hipertensi Picu Serangan Jantung 8 Kali Lebih Tinggi

Ilustrasi serangan jantung dan stroke dipengaruhi oleh hipertensi. (Cleveland Clinic Health Essentials)

FAJAR.CO.ID – Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering tidak disadari oleh seseorang. Gaya hidup tak sehat dan ancaman stres memicu munculnya hipertensi. Bahkan hipertensi bisa memicu penyakit lainnya seperti jantung dan stroke.

Salah satu dari lima faktor risiko penyakit jantung koroner, adalah hipertensi. Maka penting untuk selalu mengontrol tekanan darah setiap saat. Dalam bulan kesadaran mengukur tekanan darah ‘May Measurement Month’ tahun 2018, masyarakat diminta untuk rutin mengecek tekanan darah.

Data pengukuran tekanan darah tahun lalu, lebih dari 70 ribu masyarakat Indonesia selama bulan Mei 2017 menunjukkan mengalami peningkatan tekanan darah. Data pun menyebutkan bahwa 1 dari 3 orang dewasa dengan rerata usia 41 tahun mengalami peningkatan tekanan darah. Sedangkan 1 dari 6 orang sudah mengkonsumsi obat penurun tekanan darah. Dan secara kesadaran, 1 dari 10 orang baru pertama kali mengetahui bahwa tekanan darahnya di atas normal.

Hal penting yang harus menjadi perhatian adalah sebanyak 7,7 persen dari penderita hipertensi sudah pernah mengalami stroke, 15,7 persen juga menderita penyakit jantung koroner. Dengan lebih dari 19 persen masih merokok aktif dan 16,2 persen dari penderita hipertensi juga menderita diabetes.

“Survei ini juga menunjukkan bahwa hipertensi terbukti meningkatkan risiko stroke 11 kali lebih tinggi dan risiko serangan jantung koroner 8 kali lebih tinggi dibandingkan dengan yang tekanan darahnya normal. Oleh karena itu, semua orang dewasa diharapkan untuk melakukan pengukuran tekanan darah secara rutin, terutama penderita hipertensi agar dapat memantau target pengendalian tekanan darahnya,” tegas Ketua Panitia May Measurement Month tahun 2017 dan 2018 dr. Bambang Widyantoro, Sp.JP, PhD.

Dia menegaskan agar masyarakat secara rutin melakukan pengukuran darah di rumah. Selain itu selalu berkonsultasi dengan dokter yang merawat, agar dapat menurunkan risiko komplikasi akibat hipertensi.

“Dalam melakukan pengukuran tekanan darah secara berkala di rumah, sangatlah penting untuk memahami teknik pengukuran yang benar,” jelasnya.

Hipertensi merupakan penyakit yang dapat menyebabkan komplikasi atau penyulit lanjut seperti stroke, penyakit jantung koroner dan gagal ginjal. Semua penyakit ini membutuhkan biaya yang sangat besar dan jumlah penderitanya meningkat dari tahun ke tahun. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial BPJS Kesehatan mencatat, sepanjang semester 1/2017 telah mengeluarkan dana Rp 12,7 triliun untuk membiayai penyaki tberbudget besar, seperti penyakit jantung, stroke, kanker, gagal ginjal, dan sebagainya. (ika/JPC)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!