Sah, Ranperda Masyarakat Adat Mamasa Ditetapkan Jadi Perda

Minggu, 12 Agustus 2018 06:05

FAJAR.CO.ID, MAMASA — DPRD Mamasa akhirnya menetapkan  Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Masyarakat Adat Kabupaten Mamasa sebagai Peraturan Daerah (Perda).Ranperda itu merupakan satu dari tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang merupakan Ranperda inisiatif DPRD Mamasa. Penetapan ini dilakukan dalam rapat paripurna tentang pendapat akhir fraksi DPRD Kabupaten Mamasa yang digelar Jumat lalu.Kedua Ranperda lainnya yang ditetapkan sebagai Perda yakni Ranperda tentang Pengawasan dan Pengendalian Peredaran Minuman Beralkohol dan Ranperda tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.Berbeda kedua Ranperda diatas oleh tujuh (7) fraksi DPRD yang hadir seluruhnya menerima ditetapkan sebagai Perda, Ranperda Masyarakat Adat Kabupaten Mamasa oleh Fraksi Partai Golkar (FPG) sesuai juru bicaranya yakni David Bambalayuk menolak menetapkan Ranperda tersebut sebagai Perda, karena dianggap masih perlu kajian mendalam supaya benar-benar melahirkan Perda sesuai yang diinginkan.Namun karena enam fraksi lainnya, Fraksi PKB dengan jubir Jumaali, Fraksi Partai Nasdem dengan jubir Hj. Rosmiati, Fraksi Partai Demokrat dengan jubir Yohanis Buntulangi, Fraksi PDIP dengan jubir Yohanis Karatong, Fraksi PKPI dengan jubir Elisabeth Demmatakko dan Fraksi Gabungan Persatuan Bintang Pembangunan dengan jubir Aco Mea Amri semuanya mengatakan menerima Ranparda Masyarakat Adat untuk ditetapkan sebagai Perda maka sesuai mekanisme pengambilan keputusan DPRD, pimpinan rapat paripurna, Orsan Soleman mengetuk palu mengesahkan Ranperda Masyarakat Adat sebagai Perda Kabupaten Mamasa.

Komentar