Dollar Makin Melambung, Fadli Zon Ngomong Begini

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar makin melemah per Senin (13/8) yang menembus Rp 14.600 per satu dollar Amerika Serikat. Melemahnya rupia ini dinilai berpotensi pada keterpurukan eknomi bangsa.

Wakil Ketua DPR-RI Fadli Zon mengatakan, melemahnya rupiah ini akan mempengaruh berbagai aspek sosial kehidupan bangsa, baik itu ekonomi hingga lapangan kerja. Parhanya perusahan-perusahan yang meminjam uang dalam bentuk dollar akan mengalami keterpurukan yang parah.

“Ini sangat membahayakan ekonomi kita, itu pasti akan menyebabkan satu efek domino pada lapangan kerja. Perusahan-perusahan yang saya kira sulit sekarang, apalagi yang pinjaman mereka dalam bentuk US Dollar akan semakin sulit,” kata Fadli Zon di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPUD) Gatot Subroto, Senin (13/8).

Meski melemahnya rupiah dan menguatnya dollar, Fadli Zon yakin tidak akan tejadi huru-hara di bangsa ini. Olehnya itu, politisi asal Minang Kabau ini menyarankan agar Pemerintah punya strategi dalam mengantisipasi masalah melemahnya rupiah ini. “Ya mudah-mudahan kalau kejadian dalam arti huru-hara itu tidak terjadi ya, kita harus menjaga bersama persatuan. Ini kan harusnya Pemerintah punya satu strategi untuk melakukan intervensi,” ujarnya.

Dikatakan Fadli Zon, interpensi yang dimaksudkan adalah satu kebijakan jitu dari Pemerintah terkait masalah ini, dan kehadiran Pemerintah sangat diperlukan saat ini. “Nah intervensi seperti apa, bagaimana memberikan suatu intervensi dalam suatu kebijakan yang benar, sehingga tidak seperti sekarang ini. Seperti tidak ada eksistensinya, tidak ada dirasakan kehadiran mereka,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani emnagatakan, pelemahan nilai tukar rupiah pada hari ini tak lepas dari sentimen yang berasal dari ketidakpastian Turki, yang merembet ke perekonomian global hingga memengaruhi Indonesia. “Faktor berasal dari Turki menjadi muncul secara global, karena tidak dari sisi magnitude-nya yang terjadi dinamika di Turki, tapi juga karena nature atau karakter persoalan yang sebetulnya serius,” kata Sri Mulyani, Senin (13/8).

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...