Jangan Ragukan Kesehatannya, Kiai Ma’ruf Masih Doyan Sate Kambing – FAJAR –
Pilpres 2019

Jangan Ragukan Kesehatannya, Kiai Ma’ruf Masih Doyan Sate Kambing

Kiai Ma'ruf Amin

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Melihat usianya yang sudah 75 tahun, banyak yang meragukan kesehatan Kiai Ma’ruf Amin. Ini terekam dari komentar netizen seharian kemarin, bersamaan dengan tes kesehatan capres-cawapres yang dijalani Jokowi dan Kiai Ma’ruf.

Namun publik diminta jangan ragu. Buktinya, Kiai Ma’ruf masih sanggup keluar kota seminggu tiga kali, memberi kuliah di kampus-kampus, dan sesekali melahap sate kambing.

Pemeriksaan kesehatan Presiden Jokowi dan Ma’ruf Amin di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta berlangsung lama. Hampir 11 jam. Masuk pagi-pagi, keduanya baru keluar pukul 7 malam. Jokowi dan Ma’ruf tiba di lokasi sekitar pukul 8 pagi dengan menumpang Inova hitam. Keduanya berangkat bareng dari Istana.

Jokowi masih tampil trendi. Kemeja putih, celana jeans dan sepatu kets warna hitam. Hanya saja kemeja putihnya tidak lagi polos. Ada tulisan “Bersih, Merakyat, Kerja Nyata” di bagian depannya. Seperti yang digunakan saat pendaftaran capres tapi dengan motif yang berbeda.

Sementara Kiai Ma’ruf masih tampil dengan stelan khasnya. Tak berubah. Baju koko, jas putih, sarung, peci hitam dan sandal selop. Keduanya ditemani putra-putri bungsunnya masing-masing. Ada putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep dan putri bungsu Ma’ruf Amin, Siti Haniatunnisa. Turun dari mobil rombongan sempat menyapa awak media yang menunggu sebelum masuk ke RS.

“Ini saya dan Pak Ma’ruf sudah puasa sejak pukul 10 malam,” kata Jokowi singkat. Lalu masuk ke RS.

Sekitar pukul 9.30 pagi, keduanya muncul di loby dengan baju piyama warna abu-abu dan sandal pasien. Didampingi dua dokter, antara lain Ketua Tim Pelaksana Tes Kesehatan Capres-Cawapres Dr Astronias Awusi SpPK dan Ketum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr Ilham Oetama Marsis. Kepada awak media yang menunggu Jokowi dan Ma’ruf melambaikan tangan dan menyapa wartawan.

“Saya dan Pak Ma’ruf baru cek darah, rontgen, periksa gigi dan USG,” kata Jokowi. Ma’ruf Amin kemudian menunjukkan bekas suntikan di lengan kanannya.

Tak sampai lima menit, keduanya kembali melanjutkan pemeriksaan. Kaesang yakin ayahnya tak akan kesulitan menjalani tes ini.

“Tinju aja bisa apalagi cuma tes kesehatan,” selorohnya. Senada disampaikan Siti Haniatunisa. “Nggak ada yang perlu dikuatirkan. Biasa saja,” jelasnya.

Dalam konferensi pers, Dr Astronias Awusi menyampaikan ada dua tahapan pemeriksaan. Yaitu fisik dan kejiwaan. Untuk fisik pun dibagi dua, ada organ luar dan organ dalam. Organ luar misalnya pemeriksaan mata, telinga dan gigi. Sementara organ dalam ada pemeriksaan paru, jantung, bedah, penyakit dalam, ginjal, otak, saraf dan tulang. Untuk kejiwaan ada tes psikotes dan wawancara.

Total ada 16 jenis pemeriksaan dengan menggunakan alat termutakhir. Tiap pemeriksaan waktunya beda-beda. Ada yang hanya butuh 10 menit tapi ada juga yang sampai 90 menit. Total pemeriksaan 9-12 jam diselingi makan.

Dr Ilham Oetama mengatakan RSPAD dan IDI mempersiapkan 50 dokter untuk pemeriksaan ini. Artinya satu orang ditangani 25 dokter. Hasil pemeriksaan akan dibawa dalam rapat pleno. Apakah mampu atau tidak mampu secara rohani dan jasmani untuk menjalankan tugas-tugas kepresidenan. Hasil tes kesehatan ini tidak dapat dilakukan uji banding. Namun, boleh jika dibutuhkan pendalaman.

“Hasil pemeriksaan ini akan kami sampaikan dalam dua hari ke depan,” kata Ilham.

Selama pemeriksaan itu, jagat media sosial dihangatkan isu kesehatan Kiai Ma’ruf. Sebagian meragukan Kiai Ma’ruf akan lolos tes kesehatan. Yang meragukan ini bukan hanya dari pendukung Prabowo, tapi tak sedikit dari pendukung Jokowi.

Seperti aktivis 98 Faizal Assegaf. Dia bilang, rakyat cemas soal usia dan kondisi fisik Pak Ma’ruf. Bisa muncul masalah yang tak terduga, tidak lolos tes kesehatan atau drop saat kampanye.

“Bila terkendala faktor tersebut, maka secara undang-undang dimungkinkan bagi Jokowi & parpol pengusung kocok ulang cawapres. Semoga semuanya baik-baik aja,” kata Faizal, di akun Twitter miliknya.

Sebelumnya, aktivis Ratna Sarumpaet melemparkan sinyalemen soal buruknya kesehatan Kiai Ma’ruf. “Buat apa Ma’ruf diambil sebagai wapres. Secara usia sudah uzur, sakit pula. Sakit jantung, lemah jantung kan dia,” ujar Ratna, Sabtu (11/8) lalu.

Berbagai kekhawatiran itu tak lepas dari berbagai faktor. Antara lain usianya Kiai Ma’ruf yang sudah sepuh. Maret lalu usianya genap 75 tahun. Tentu jika dibandingkan Mahathir Muhammad yang sudah 93 tahun, usia Ma’ruf masih lebih muda. Jauh lebih muda. Meski begitu Kiai Ma’ruf tampak terlihat tidak sebugar Mahathir.

Waketum MUI Zainut Tauhid menepis keraguan itu. Kata dia, kondisi Kiai Ma’ruf sangat sehat sekali. Di usianya yang sudah tiga perempat abad, aktifitas Ma’ruf sangat tinggi sekali. Dalam seminggu, minimal tiga hari Kiai Ma’ruf melakukan perjalanan dinas keluar kota. Untuk ceramah atau memberikan kuliah umum di kampus-kampus yang ada di daerah.

Aktivitas tinggi yang dijalani itu tak lepas dengan jabatan yang diduduki Kiai Ma’ruf. Paling tidak ada lima jabatan penting. Yaitu sebagai Ketua MUI, Rais Aam PBNU dan Dewan Pengawas Syariah Bank. Ada empat bank Syariah yang mendapuknya sebagai dewan pengawas. Yaitu Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, Bank Muamalat dan Bank Mega Syariah. Di pemerintahan, Kiai Ma’ruf menjabat sebagai Wantimpres dan Dewan Pengarah BPIP.

Untuk itu, Kiai Ma’ruf membagi waktunya. Setiap hari Senin ada di Kantor PBNU, Selasa, di MUI untuk menghadiri rapat pengurus. “Beliau selalu hadir dan langsung memimpin rapat memberikan arahan kepada pengurus,” kata Zainut.

Rabu, Kiai Ma’ruf menghadiri rapat-dewan syariah kalau ada agenda.

“Setiap hari agenda beliau sangat tinggi. Saking padatnya, bahkan sering harus pulang sampai malam hari,” cerita Zainut kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Sehari sebelum pemeriksaan, Zainut mengakui sempat menyambangi kediamaan Kiai Ma’ruf di kawasan Koja, Jakarta Utara, untuk bersilaturahmi.

Untuk menjaga kesehatan, lanjut Zainut, Kiai Ma’ruf rutin berolahraga jalan kaki. Selain itu mengonsumsi suplemen atau vitamin untuk menjaga kondisi tubuh dan stamina. Soal makanan? Sepengetahuan Zainut, Kiai Ma’ruf tidak punya pantangan.

Bahkan lanjut dia, sesekali masih mengonsumsi sate kambing. Soal ini, semua orang tahu, orang yang kondisinya kurang sehat, apalagi berumur, biasanya pantang makan kambing. Soalnya makanan satu ini bisa memicu darah tinggi, diabetes dan gangguan pencernaan.

Karena itu Zainut yakin Kiai Ma’ruf tak akan kesulitan mengikuti jadwal kampanye yang padat. Seperti yang dikhawatirkan banyak pihak. “Urusan makanan normal-normal saja. Jadi jangan meragukan kesehatan beliau. Insyaallah sehat sekali,” pungkasnya. (rmol)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!