Kelotok Warga Hancur Lebur Dihantam Kapal Tongkang – FAJAR –
Daerah

Kelotok Warga Hancur Lebur Dihantam Kapal Tongkang

Ilustrasi

FAJAR.CO.ID, SAMPIT- Pagi  Jumat (10/8) kemarin,  sekitar pukul 5.00WIB , warga pinggiran sungai Mentaya di depan Jalan Iskandar7, 9 dan 10, Kelurahan Mentawa Baru Hilir, dikejutkan dengan suara gaduh berasal dari sebuah tongkang yang mengantam bangunan dan kelotok yang ada dibibir sungai.

Salah satu saksi mata, Ilias alias Lesa (39) mengungkapkan, kapal atau kelotok miliknya hancur dan karam akibat hantaman tongkang bertulisan Terang 301 itu. Selain itu barang dagangan dan hartanya yang ada di kelotok itu pun  turut raib tercebur  sungai.

”Sepeda motor saya juga tenggelam,” tambahnya.

Pria asal Pagatan, Kabupaten Katingan ini menguraikan, sebelum kejadian ia bersama putrinya tidur di kelotok. Seperti biasa, bila ke Sampit dia selalu tambat di lanting milik Hj Murzimah di depan Jalan Iskandar 10 itu. Sekitar pukul 05.00WIB, Lesa dikejutkan oleh teriakan warga. Warga mengisyaratkan agar yang berada di kapal keluar. Dia bingung apa yang terjadi. Hanya bunyi kayu-kayu patah yang ia dengar. Tanpa pikir panjang ia pun keluar bersama putrinya.

Pemandangan mengerikan terjadi. Kelotok Lesa remuk dijepit antara tongkang kecil dan lanting milik Hj Murzimah. Dua tongkang kecil itu juga korban sapuan tongkang besar bermuatan pasir yang hanyut terseret arus. Perlahan, kelotok Lesa tenggelam bersama segala isi di dalamnya.

Insiden ini juga menimpa Dian (28), yang juga  warga asal Pegatan. Kelotok miliknya yang bermuatan kayu galam dan sedang tambat, lebih dahulu terkena hantaman tongkang. Ia mengaku puluhan ratusan pucuk kayu galam itu juga turut tenggelam ke sungai. Selain itu, Dian juga menyebut kelotoknya bermuatan 800 tabung elpiji tiga kilogram. ”Tabung-tabung elpiji itu sebagian sempat berhamburan hanyut terbawa arus.

”Padahal saya baru datang tadi malam. Dan kelotok itu saya tambatkan berdampingan dengan dua kelotok teman saya. Hanya kelotok saya yang kena. Karena yang paling dekat ke  tengah sungai,” ucapnya kepada koran ini. Usai kejadian ini, Lesa dan Dian, tampak pasrah. Mereka berharap pemilik tongkang pengangkut pasir bertanggung jawab penuh atas segala kehilangan dan kerusakan kelotok milik mereka.

Selain kelotok berjenis imbal (lansiran) milik Lesa dan Dian,  sejumlah lanting warga juga rusak. Di antaranya milik Elis, Hj Murzimah dan Hanjrin. Sejumlah titian kayu yang digunakan sebagai jembatan ke lanting oleh warga juga hancur. Ada juga dua jukung atau perahu kecil yang rusak karena imbas sapuan tongkang itu.

Tak berapa lama setelah kejadian tersebut, Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit, Toto Sukarno  menjelaskan, penyebab hanyutnya tongkang Terang 301 itu diakibatkan kurangnya pengawasan dari nahkoda kapal. Selain itu juga diakibatkan faktor cuaca hingga alam. Yakni saat air sungai Mentaya pasang dan arus makin deras sehingga melepaskan ikatan tali tongkang tersebut, dan membawanya kepinggir ke arah pemukiman warga.

”Saat itu tongkang dalam keadaan parkir serta terikat. Angin yang pada saat itu pun juga begitu kencang diserta air sungai pasang. Tali yang terikat pada tongkang itu pun, kemudian terlepas hingga tongkang tersebut mulai terbawa arus,  hingga mendekati ke lokasi rumah warga,”terangnya kepada Radar Sampit, kemarin.

Toto melanjutkan, tongkang yang hanyut tersebut kemudian mulai menyenggol  beberapa lanting (dermaga tradisional), dan benda yang ada di tempat kejadian. Beberapa kelotok yang ada di lanting pun juga ikut tenggelam. Beruntung, tongkang yang hanyut kemudian dapat diselamatkan hingga dibawa kembali  ke tengah dengan menggunakan tug boat Prima Power 01.

Sementara itu, Toto juga menegaskan bahwa pengelola tongkang tersebut siap bertanggungjawab atas insiden tersebut, dan mengganti kerugian warga yang terdampak. ”Meski pihaknya bertanggung jawab (pemilik tongkang-red), namun mereka akan diberikan sanksi berupa peringatan secara tertulis agar kejadian tersebut tidak terulang lagi,” imbuhnya.

Ditegaskan oleh Dirpolair Polda Kalteng,  Kombespol Badarudin yang kemarin langsung menurunkan jajarannya ke lokasi kejadian. Dikatakannya, kejadian itu berlangsung saat posisi tongkang lagi lego jangkar di tengah sungai, dan kemudian terseret arus sungai.

”Mengenai kelotok warga yang rusak, serta lanting warga yang rusak, nanti kita akan mediasikan dengan pemilik tongkang untuk mengganti segala kerusakan tersebut,”tandasnya kemarin. (oes/sir/rm-92/gus)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!