Kerap Ngamuk Bawa Parang, Warga Kompak Usir Bahar dari Kampung – FAJAR –
Daerah

Kerap Ngamuk Bawa Parang, Warga Kompak Usir Bahar dari Kampung

ilustrasi

FAJAR.CO.ID, TANJUNG REDEB – Penolakan warga RT 1 Kelurahan Gunung Tabur terhadap Bahar, sangat disayangkan Sekretaris Dinas Sosial Berau, Jance Keka.

Dijelaskannya, walau Bahar kerap melakukan aksi yang meresahkan masyarakat, upaya pengusiran juga dinilainya bukanlah solusi terbaik. Apalagi Bahar sampai saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai.

“Yang penting sehatkan dulu dia (Bahar) di rumah sakit. Kalau sudah membaik, saya kira warga Gunung Tabur khususnya di RT 1, bisa menerima dia kembali,” harapnya.

Sebelumnya, ulah Bahar (32) yang mengamuk di rumahnya dan Mapolsek Gunung Tabur pada Selasa (7/8) lalu, membuat kesabaran warga RT 1 Kelurahan Gunung Tabur habis.

Pasalnya, dari informasi yang dihimpun Berau Post, Bahar memang kerap membuat resah tetangganya di RT 1 Gunung Tabur, dengan mengamuk tanpa sebab sambil membawa parang.

Hal itu juga dibenarkan Ketua RT 1 Gunung Tabur Zarmili. “Ulahnya ini sudah yang ketiga kalinya. Jadi ketika dia ngamuk, sangat mengganggu ketenangan warga,” ujarnya kepada Berau Post, Kamis (9/8).

Puncaknya, warga RT 1 kini menolak kehadiran Bahar. Karena menurutnya, warga di lingkungannya sangat khawatir dengan keberadaan Bahar, karena bisa saja nantinya kembali berulah hingga akhirnya melukai warga, seperti yang dilakukannya kepada aparat kepolisian saat mengamuk di Mapolsek Gunung Tabur, Selasa lalu.

“Jadi ini bukan keinginan saya melainkan keinginan warga RT 1,” tambahnya.

Lurah Gunung Tabur Lutfi Hidayat menambahkan, ulah Bahar memang sangat mengganggu kondusivitas kehidupan masyarakat di sekitarnya. Bukan di lingkungan RT 1 saja, karena Bahar juga pernah melakukan aksi penyetopan bus perusahaan yang membawa puluhan karyawan.

“Jadi puncaknya kemarin (Selasa) saat Bahar mengamuk yang membahayakan warga sekitar. Bahkan saat itu ada anak yang ingin berangkat sekolah, masyarakat yang ingin bekerja dan lain sebagainya. Jadi banyak rentetan-rentetannya yang menjadi alasan Bahar tidak diperkenakan lagi tinggal di wilayah sini (RT 1 Gunung Tabur),” jelasnya.

Pihak kelurahan, ujar dia, bukannya tidak menerima kehadiran Bahar di lingkungannya. Tetapi karena ulah Bahar sendiri yang kerap meresahkan warga, membuat dirinya tidak memungkinkan lagi untuk menetap di RT 1 Gunung Tabur.

“Kalau sekali mungkin bisa dimaklumi, tapi ini sudah ketiga kalinya, sehingga tidak menutup kemungkinan perbuatannya akan diulanginya kembali,” sambungnya.

Hal senada disampaikan salah seorang warga RT 1 Eko Waluyo. Dikatakannya, pada tahun 2017 lalu, Bahar sudah berulah dengan menghalang-halangi warga yang ingin beribadah ke masjid. “Kami kira itu sudah selesai, tetapi baru-baru ini berulah lagi. Ya kami sebagai masyarakat ingin kondisi tetap aman dan kondusif. Selain itu kami harapkan ada tindakan untuk memberi efek jera. Kalau memang rananya hukum, diproses secara hukum. Kalau rananya kedokteran (karena gangguan kejiwaan), silakan direhabilitasi. Disembuhkan,” singkatnya. (arp/udi)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!