Pemda Masih Galau Soal Penutupan Lokalisasi

Senin, 13 Agustus 2018 11:11

Dikatakan, mengenai kesulitannya anggaran Pemkab Nunukan untuk mendatangkan perwakilan Kemensos dalam rakor tersebut bukan menjadi persoalan. Sebab, dana yang digunakan itu berasal dari Kemensos sendiri.  “Tidak , tim Kemensos dibiayai Kemensos sendiri. Termasuk bantuan untuk eks WTS penghuni lokalisasi nanti,” tegasnya.Namun, jika Pemkab Nunukan ingin mendapatkan narasumber dari Kemensos dalam rakor tersebut tentunya berbeda lagi. Sebab, kegiatan tersebut dilakukan Pemkab Nunukan sendiri. Sehingga dananya memang dari pemerintah daerah.  “Tapi kalau Pemkab mengundang narasumber pada rakor yang akan dilaksanakan, seharusnya Pemda-lah yang memfasilitasi kedatangannya,” pungkasnya.Sementara itu, Asisten Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretaris Kabupaten (Setkab) Nunukan Hanafiah SE berkata lain. Ia menegaskan, program penutupan lokalisasi ini merupakan milik Kemensos. Sebab, program penutupan ini merupakan inisiasi dari Kemensos. Sementara Pemkab Nunukan hanya mendukung saja. Begitu pula dengan setiap dana yang diperlukan dalam program ini seharusnya disiapkan Kemensos. Sebab, jika berharap dari pemerintah daerah sangat sulit.  “Sekarang itu defisit. Jadi, pemerintah daerah itu sangat sulit menyediakan dananya. Jikapun ada, paling yang dianggap prioritas dulu,” ujarnya kepada media ini.

Bagikan berita ini:
1
4
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar