Tragedi di Inspeksi Kanal Makassar: Adik Tewas Ditikam, Kakak Kritis – FAJAR –
Makassar

Tragedi di Inspeksi Kanal Makassar: Adik Tewas Ditikam, Kakak Kritis

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Sabtu malam (11/8) di inspeksi kanal antara Jalan Landak dan Banta-bantaeng. Jarum jam menunjuk pukul 20.00 Wita.

Dua orang kakak beradik bernama Alex dan Arfan tengah duduk-duduk di depan rumah bersama beberapa orang temannya. Tepatnya di depan Toko Cahaya Rezky yang menjual alat-alat listrik. Tak jauh dari Stadion Futsal.

Tiba-tiba terjadi kecelakaan lalulintas (lakalantas) sesama pengendara sepeda motor. Salah satunya Yamaha Mio Soul DD 6381 UC yang dikendarai Wawan (30), warga Jalan Landak.

Seorang pengendara motor lainnya yang kecelakaan langsung menabrak Alwi, warga Jalan Banta-bantaeng. Alex dan Arfan menegur pelaku yang menabrak korbannya.

Tak terima dengan teguran itu, pelaku bergeser ke arah jembatan sambil berteriak. ”Tungguka.”

Sesaat kemudian, sedikitnya 30-an orang yang disebutkan berasal dari Jalan Landak Lorong 9 mendatangi Alex dan Arfan. Mereka langsung menyerang secara membabibuta menggunakan balok, badik serta parang.

Salah satu di antaranya menikam Alex dan Arfan yang saat itu masih duduk-duduk di depan rumahnya. Arfan terkena tikaman di bagian perut. Sementara Alex dipukuli pada bagian kepalanya menggunakan sebatang balok.

Alex mencoba memberi perlawanan. Apalagi setelah melihat saudaranya terkena tikaman. Namun, beberapa pelaku lain yang tak dikenal, langsung menikam Alex. Setelah itu mereka kemudian melarikan diri ke arah Jalan Faisal dan Inspeksi Kanal.

Akibat kejadian tersebut, korban Alex kritis dan dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara. Sementara Arfan menemui ajal, setelah mengalami luka tusuk pada dada sebelah kiri. Diperkirakan tusukan benda tajam mengenai jantung. Dia juga mengalami luka lecet pada jari kaki kiri.

Kapolsek Mamajang Kompol Darianto didampingi Kanit Reskrim Iptu Syamsul Hehanusa, membenarkan peristiwa tersebut ketika dikonfirmasi, kemarin. ”Yang menjadi korban merupakan kakak beradik. Satu orang meninggal, dan satunya lagi masih dirawat intensif di rumah sakit,” ujarnya.

Kanit Reskrim Polsek Mamajang Iptu Syamsul mengemukakan, pihaknya sudah memeriksa sembilan orang saksi terkait kejadian ini. Dari jumlah itu, tiga di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka. Yakni Syamsiar alias Dg Lewa, Hadi Yustira alias Baba, dan Wawan.

”Barang bukti sebilah senjata tajam berupa badik, satu lembar baju kaos yang diduga milik Syamsir alias Dg Lewa sudah kita amankan. Pihak Labfor Polda Sulsel sementara memeriksa badik dan baju milik beberapa pengeroyok yang terdapat darah korban,” jelas Iptu Syamsul. (jul/rus/bkm)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!