Sempat Gugur, 11 Bacaleg NasDem Diselamatkan Bawaslu

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel berhasil menyelamatkan 11 nama bakal calon legislatif (bacaleg) NasDem Sulsel dapil Luwu Raya yang sempat digugurkan KPU.

Keputusan tersebut disepakati berdasarkan hasil mediasi yang antara KPU Sulsel dan NasDem Sulsel yang difasilitasi oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel, di Kantor Bawaslu Sulsel, Jalan AP Pettarani Makassar, Senin 13 Agustus 2018.

Hadir Ketua Bidang OKK Tobo Khaeruddin, Ketua Bidang Media M Rajab, Ketua Fraksi NasDem DPRD Sulsel, Muslim Salam, Arum Spink, Tenri Olle Yasin Limpo, dan sejumlah anggota Bappilu NasDem Sulsel.

Mereka memenuhi panggilan Bawaslu untuk mengikuti sidang mediasi bersama KPU Sulsel yang beberapa waktu lalu menyatakan salah satu Bacaleg NasDem di Dapil 11 Sulawesi Selatan atas nama Musda Mulia tidak memenuhi berkas persyaratan Bacaleg 2019.

Dalam sidang mediasi tersebut, Arum Spink selaku penanggungjawab laporan mediasi ke Bawaslu menjelaskan, mediasi bersama KPU dilakukan untuk mengupayakan Musda Mulia dinyatakan lolos verifikasi berkas.

“Kami sudah menyampaikan pokok-pokok masalah kami ke KPU, pada prinsipnya sudah ketemu pada satu titik dan akhirnya sudah dituangkan dalam berita acara dan semua prosesnya akan berjalan, Insya Allah bacaleg di Dapil 11 Sulsel akan dinyatakan lolos verifikasi,” jelas Arum Spink.

Sementara itu, Juru Bicara NasDem Sulsel M Rajab menjelaskan, Musda Mulia sebelumnya dinyatakan tidak lolos lantaran ada kekurangan dokumen dari pengadilan negeri tentang keterangan tidak pernah dipidana penjara.

“Mediasi yang telah dilakukan Bawaslu hari ini yang mempertemukan Nasdem Sulsel dan KPU telah menemukan titik terang. Berkas Surat keterangan tidak pernah dipidana penjara yang dikeluarkan PN diterima kembali,” jelas Rajab.

“Pada mekanisme mediasi ini kita terima berkas pemohon (Musda Mulia, Bacaleg NasDem Dapil 11), yaitu surat dari pengadilan tentang tidak pernah terpidana. Berkas itu sebenarnya pada pengajuan sebelumnya sudah ada, cuma ada kesalahan teknis,” tutur Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Sulsel, Fatmawati Rahim, usai mediasi.

Kesalahan teknis yang dimaksud, menurut Fatmwati, yakni pada saat pengajuan ada dua dokumen yang disetor, yaitu surat dari pengadilan tidak pernah dipidana dan surat dari pengadilan yang berisi keterangan bahwa yang bersangkutan tidak dicabut hak pilihnya.

“Pada saat dilihat ada dua surat, satunya ditarik. Antara verifikator dan LO (Liaison Officer) NasDem mengatakan bahwa itu dobel, tarik saja satu. Nah, yang ditarik itu yang surat tidak pernah terpidana padahal justru itu yang diminta bukan yang surat keterangan tidak dicabut hak pilihnya,” jelas mantan Komisioner Bawaslu Sulsel ini.
Setelah dicek, menurut Fatmawati, dokumen tersebut benar adanya. Adapun tanggal surat dan substansi isi suratnya sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Setelah kita mengecek benar ada dokumennya, tanggal dan substansi sama. Bahkan tanggalnya sama dengan berkas lainnya (yang disetor sebelumnya), maka kita melihat ada kesalahan teknis disitu yang tidak disengaja sehingga dalam mediasi ini kita terima permohonannya,” tandasnya.

Setelah permohonan mediasi tersebut diterima, menurut Fatmawati, langkah selanjutnya Partai NasDem diminta untuk segera menyetor kembali berkas perbaikannya untuk kemudian diverifikasi secepatnya.

“Sekarang mereka tinggal menyerahkan lalu kita verifikasi kemudian kita akan melakukan perbaikan berita acara sebelumnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Wirawan Azis Maga, bacaleg NasDem di dapil Luwu Raya menyambut baik hasil mediasi tersebut. ”Sejak awal kita sudah prediksi, Bawaslu akan memberikan putusan yang adil,” ujar Wirawan Azis Maga, bacaleg NasDem Sulsel dengan nomor urut 10. (ary/palopopos/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...