ABK Asal Cirebon Jatuh dari Kapal di Laut Taiwan, 12 Hari Dicari Belum Ditemukan

Rabu, 15 Agustus 2018 - 09:47 WIB

FAJAR.CO.ID, CIREBON – Tarudin (27) warga RT 02 RW 01, Desa Kroya, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon hilang di perairan Taiwan saat berlayar dengan Kapal HUA LI 17. Sudah 12 hari lamanya, pencarian Tarudin di perairan Taiwan itu. Namun sampai sekarang masih belum ada kabarnya.

Hilangnya korban diketahui keluarga saat pihak dari PT Puncak Jaya Samudera yang menyalurkan Tarudin menjadi TKI mendatangi kediaman keluarga. Mereka memberitahukan kalau korban saat ini tengah mengalami musibah terjatuh dari kapal, dan hingga kini belum ditemukan.

“Kita tahu dari pihak PT yang ke sini langsung dan memberitahu kalau awak kapal atas nama Tarudin terjatuh dari kapal. Diduga karena ribut dengan warga negara China pada 2 Agustus lalu. Sampai sekarang kami masih belum bisa memastikan Turidin selamat ataukah sudah meninggal. Karena belum ada kejelasan dari kaptennya,” papar Keto Tasira (44) paman korban.

Menurut Keto Tasira, pihaknya sudah mengirimkan perwakilan keluarga ke PT Puncak Jaya Samudera untuk mencari kejelasan dari informasi tersebut. Pasalnya, kapal yang ditumpangi oleh korban sampai dengan saat ini belum mendarat dan masih berupaya mencari korban di perairan Taiwan.

“Kita masih menunggu kejelasannya. Nanti kalau kapalnya sudah mendarat, kaptennya akan diproses dan diperiksa. Tarudin menjadi ABK (anak buah kapal) sudah 15 bulan di PT yang sudah resmi. Sebelumnya juga sudah pernah, tapi hanya 5 bulan. Dari hasil berlayarnya itu, korban bisa memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Korban menjadi tulang punggung bagi adik-adiknya,” papar Keto.

Keluarga sempat mempunyai firasat atas kejadian yang menimpa korban. Terutama ibunya yang sering bermimpi melihat pakaian mengapung di sungai. Ternyata, beberapa hari kemudian anaknya dikabarkan tenggelam di laut dan sampai saat ini belum ditemukan.

“Saya kira itu bunga tidur. Ternyata seperti ini. Saya harap Tarudin baik-baik saja. Saya juga berharap PT yang memberangkatkan Taridin ini sesuai prosedur saja bagaimana mestinya,” ujar Casmi (65) ibu kandung korban saat ditemui Radar Cirebon di kediamannya.

Sementara itu, Mandor Kroya Suhardi yang biasa disapa Gondrong menambahkan, kecelakaan itu diduga karena adanya perkelahian antara korban dengan ABK lainnya warga negara China. Sempat dipisah olek awak kapal lain. Namun, korban tenggelam dan belum ditemukan hingga saat ini.

“Kejadian pastinya belum terlalu jelas, kenapa jatuhnya. Karena kapal masih di tengah laut dan belum diperiksa. Yang jelas pihak PT sudah bertanggung jawab datang ke pihak keluarga untuk memberi tahu kondisi korban dan memberikan santunan,” paparnya. (cep/RC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.